Memopulerkan Wisata Padang lewat Rendang

(Yose Hendra/N-3)
17/9/2018 23:30
Memopulerkan Wisata Padang lewat Rendang
(ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

ROMBONGAN wisatawan turun dari bus wisata dan masuk ke salah satu rumah makan Padang dan memesan masakan khas kota itu, rendang daging. Warna daging cokelat dengan kuah santan kemerah-merahan menggugah selera makan.

Para wisatawan dari Jakarta ini memang khusus mencari masakan asli Padang ini. “Kalau ke sini wajib makan makanan khas Padang,” kata Rita asal Jakarta Timur memberikan alasan.

Masakan rendang memiliki magnet kuat untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Padang, Sumatra Barat. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang ini sangat erat dengan kulinernya yang enak. Kecenderungan ini ditangkap Pemerintah Kota Padang untuk membangun sentra industri berbasis pada ketenaran masakan rendang.

“Makanya, makanan khas Ranah Minang ini perlu dimaksimalkan lagi dari berbagai hal. Terutama agar memiliki standardisasi yang jelas sehingga bisa masuk pasar nasional, dan tentunya pasar ekspor dalam jumlah besar ke berbagai negara,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang melalui sekretarisnya, Desemberius, Senin (17/9).

Saat ini merupakan momentum bagaimana menjadikan rendang itu bisa menjadi pemicu orang dari berbagai daerah berdatangan ke Padang, untuk mencicipi masakan khas kota itu. Terlebih lagi saat ini kuliner Kota Padang ini sudah terkenal di dunia internasional. Bahkan, CNN mengukuhkan rendang sebagai makanan terlezat di dunia.

Langkah strategi yang sedang disusun Dinaskerin Pemkot Padang ialah membangun sentra industri rendang. Telah tersedia tanah seluas 5.100 meter persegi di belakang Kantor Camat Koto Tangah. Di situlah akan dibangun industri masakan rendang yang memenuhi standar industri dan uji kelayakan. Di tempat itu juga disediakan tempat workshop yang higienis dan pasar online.

“Pembangunan sentra rendang ini berasal dari dana alokasi khusus Kementerian Perindustrian yang diperkirakan menelan biaya Rp13 miliar lebih. Untuk penghuni sentra nantinya akan diseleksi dari aspek higienis, sanitasi, aspek legal formal, dan variatifnya. Ada 10 UMKM akan ditempatkan di sana dengan seleksi ketat,” tambahnya.

Pembangunan sentra industri rendang ini sangat terkait dengan kunjungan wisata Kota Padang. Sebagai daerah kunjungan wisata ibu kota Provinsi Sumatra Barat ini mampu mengalami peningkatan kunjungan wisata yang terus tumbuh berkembang.

“Lihat saja pada 2017-2018 ini sudah mencapai lebih kurang 3.700.000 wisatawan berkunjung ke Kota Padang. Momentum ini juga harus kita manfaatkan sebagai celah bisnis bagi masyarakat pelaku UMKM di Kota Padang. Salah satunya terhadap pengembangan sentra kuliner rendang disertai produk-produk lainnya,” ucapnya. (Yose Hendra/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya