Kang Emil Ingatkan ASN di Jabar tidak Berpolitik Praktis

Bayu Anggoro
17/9/2018 17:02
Kang Emil Ingatkan ASN di Jabar tidak Berpolitik Praktis
( ANTARA FOTO/Heru Salim)

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak berpolitik praktis.

Emil menyatampaikan peringatan itu saat memimpin rapat pimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Bandung, Senin (17/9). Turut hadir dalam rapat itu antara lain Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum

Emil melarang bawahannya terlibat politik praktis demi menjaga lancarnya pembangunan. Mantan wali kota Bandung itu mengingatkan hanya terdapat dua pejabat politik di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni dirinya dan Uu.

"Pejabat politik hanya dua, saya dan Pak Uu. Lain-lainnya tidak boleh berpolitik praktis," katanya.

Daripada berpolitik praktis, Emil meminta bawahannya ini untuk bekerja lebih maksimal dalam melayani masyarakat. "Agar ASN mengikuti kecepatan saya. Berorientasi pada hasil, bukan proses saja. Maka geraknya harus cepat," katanya seraya menyebut pejabat maupun ASN lainnya harus memosisikan diri seperti warga agar mengetahui keinginan masyarakat.

Dia pun meminta ASN bekerja sesuai aturan yang berlaku agar target yang ditetapkan bisa benar-benar tercapai. Dia juga meminta bawahannya aktif di media sosial (medsos) agar cepat mengetahui persoalan yang terjadi di masyarakat.

"Saya perintahkan semua dinas punya medsos, ada tim untuk merespons.
Pemprov harus jadi pemerintahan yang cepat tanggap," katanya.

Untuk memastikan kinerja bawahannya itu, Emil dan Uu segera melakukan pakta integritas terhadap para pejabat di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Dalam seminggu, mereka tandatangani pakta integritas dengan saya," katanya.

Ini diyakini mampu memotivasi bawahannya agar bekerja lebih baik dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Jika kinerja mereka buruk, lanjut Emil, konsekuensinya harus mengundurkan diri.

"Kalau gagal, mengundurkan diri. Dari kepala dinas sampai eselon IV juga. Nanti dievaluasi per empat bulan," katanya. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya