Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN penyakit campak dan rubela merebak di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan status waspada serangan campak dan rubela di wilayah itu.
Daerah terbanyak terjangkit campak dan rubela di Kota Banjarbaru. Tercatat ada 73 kasus campak dan rubela yang menyerang pelajar dan mahasiswa.
Dari hasil penyelidikan, serangan campak dan rubela juga menjangkiti Pondok Pesantren Darul Ilmi. Di pesantren itu ada 33 kasus. Kemudian, Ponpes Al Falah 19 kasus, SMAN 2 Banjarbaru 9 kasus, serta Politeknik Kesehatan ada 10 kasus.
“Kita telah menerbitkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap serangan campak dan rubela ini. Tindakan penelusuran kasus ini kabupaten/kota sedang berlangsung,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim, Rabu (12/9).
Serangan campak dan rubela ini sudah dilaporkan kepada Gubernur Kalsel dan Kementerian Kesehatan. Meningkatnya kasus campak dan rubela di Kota Banjarbaru ini telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Muhammad Muslim mengakui hingga kini sebagian warga masih menolak program imunisasi measles rubella (MR) ini, walau Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan telah memperbolehkan imunisasi MR. Hingga kini cakupan imunisasi MR di Kalsel kurang dari 25% dari target imunisasi sebanyak 1,12 juta anak.
Di sisi lain, MUI Kalsel meminta pemerintah mengupayakan agar WHO dan negara-negara berpenduduk muslim agar memperhatikan kepentingan umat Islam. “Produsen vaksin wajib memproduksi baksin halal dan besertifikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.”
Dari Nusa Tenggara Timur, MUUI Kota Kupang mulai turun ke masyarakat membantu dinas kesehatan untuk menyosialisasi Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang penggunaan vaksin MR.
Fatwa MUI membolehkan penggunaan produk dari Serum Institute of India, untuk imunisasi massal anak usia 9 bulan-15 tahun.
“Karena melihat bahaya yang timbul jika anak tidak diberi vaksin MR, MUI memberikan dorongan kepada masyarakat supaya mengizinkan anak-anaknya divaksin. Kalau sudah divaksin, anak-anak terbentengi dari ancaman bahaya rubela,” kata Ketua MUI Kota Kupang, Muhammad MS, kepada Media Indonesia.
Menurut Muhammad, warga yang masih ragu menerima vaksin MR itu hanya sebagian kecil masyarakat. Namun, dia yakin setelah kegiatan sosialisasi, warga akan ramai-ramai membawa anak mereka untuk divaksin. (DY/PO/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved