Momentum Hijriah Menggugah Kesadaran untuk Berubah

Yose Hendra
12/9/2018 04:00
Momentum Hijriah Menggugah Kesadaran untuk Berubah
(ANTARA FOTO/Feny Selly)

PERGANTIAN tahun baru 1440 Hijriah menjadi batu loncatan bagi Kota Padang, Sumatra Barat. Pemerintah Kota (Pemkot) Padang mencanangkan sistem ekonomi syariah di Masjid Nurul Iman, Kota Padang,  Selasa (11/9).
“Sistem ekonomi syariah kita terapkan untuk mendorong kebangkitan ekonomi umat. Dan tahun baru hijriah ini kita jadikan sebagai momen untuk hijrah dalam mencari ­keberkahan,” ujar Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.

Untuk mencapai itu, Mahyeldi mengatakan, untuk transaksi dan pengelolaan keuangan, pihaknya secara bertahap akan melakukannya di bank-bank syariah. Hal itu dilakukan untuk meraih rida Allah, bukan untuk mencari keuntungan materi.

Mahyeldi yang baru saja dilantik sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatra Barat, menjelaskan, ekonomi syariah menjadi bagian yang sangat penting dalam penguatan umat, di samping peningkatan keimanan, akhlak dan keilmuan. Terutama, bagi generasi muda yang notabene-nya sebagai generasi penerus bangsa.

Pemkot Padang juga telah memulai berbagai program dan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan ekonomi syariah. Di antaranya, program wisata syariah termasuk pengelolaan hotel secara syariah.

Ditambahkan, pemberdayaan perekonomian syariah untuk Kota Padang sendiri sejak beberapa tahun yang lalu telah dikembangkan dengan membentuk kelompok usaha jasa keuangan syariah (KJKS) yang tersebar di 104 kelurahan yang ada di Kota Padang.

“Dari hasil evaluasi sementara, 65% dari 104 KJKS dinyatakan sehat, 10% sudah masuk kepada kelompok usaha mandiri karena memiliki aset di atas Rp1 miliar dan tingkat NPL di bawah 10%. Adapun sisanya masih butuh pembinaan lebih lanjut,” ujarnya.

Mahyeldi berharap seluruh warga Kota Padang dapat menerapkan sistem syariah di setiap lini kehidupan. Hal itu sangat erat kaitannya dengan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.

Karnaval
Sementara itu, Pemkot Banjarmasin, Kalsel, menggelar karnaval malam (nite carnival) dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1440 Hijriah. Perayaan Tahun Baru Islam ini juga dimeriahkan kirab mobil hias dan parade kos-tum warna-warni mirip Kediri Nite Carnival.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Muhammad Ikhsan Alhaq, kemarin mengatakan, selain untuk memeriahkan perayaan tahun baru Islam, sekaligus sebagai event pariwisata Banjarmasin.

Hal senada dilakukan di Kabupaten Tuban, Jatim, dengan mengelar pawai taaruf, yang diikuti 4 ribu santri dan ustaz/ustazah. Mereka bagian dari 33 kafilah dari 20 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) sekabupaten Tuban.

Pawai obor dilaksanakan di Cirebon, Jabar, dalam mempe-ringati malam pergantian tahun baru hijriah. Sekalgus pelaksanaan paripurna ulang tahun Kota Cirebon ke-649.

Suasana khusyuk saat memperingati Tahun Baru Hijriah terasa di Masjid Agung Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jabar. Ribuan jemaah melakukan sujud syukur sekaligus pembacaan doa.

Di Medan, Sumut, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr Nasaruddin Umar MA, di hadap-an ribuan umat mengingatkan agar meningkatkan ketakwaan. Untuk mewujudkan hal itu, kita harus dibekali dengan rasa kesabaran yang tinggi, ikhlas, dan pandai bersyukur.

Selain sabar dan ikhlas, Nasaruddin mengatakan, umat Islam juga dituntut harus memiliki rasa syukur kepada Allah SWT. Nasaruddin menjelaskan, rasa syukur ada dua yaitu syukur dan assyakur (mensyukuri semua yang datang dari Allah SWT). (YK/BB/DY/AU/RF/JI/JS/UL/J-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya