Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menelusuri jaringan pengedar narkoba yang melibatkan anak sekolah dasar di Makassar, Sulawesi Selatan. Penyidik belum banyak mengorek informasi dari RE alias CI, bocah diduga pengedar yang diserahkan orangtuanya ke Polsek Tallo Makassar pekan lalu.
RE diserahkan oleh orangtuanya setelah 'menghilang' sejak Agustus 2018 lalu. AL, rekannya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), lebih dulu diciduk Polsek Tallo.
AL kedapatan membawa satu paket sabu. Dia mengaku diminta RE agar menjual barang haram tersebut seharga Rp200 ribu.
Kepala Polsek Tallo Kompol Amrin AT mengatakan, RE mengaku mendapatkan sabu tak bertuan di kawasan Posyandu yang tak jauh dari rumahnya. Dia tidak mengetahui siapa pemilik awal barang itu.
"Dia mengaku dapat di tempatnya biasa bermain. Lalu diserahkan ke temannya untuk dijual, nanti hasilnya dibagi dua," kata Amrin saat dihubungi, Senin (10/9).
RE mengaku ke penyidik telah mengetahui bahwa barang yang ditemukannya narkoba jenis sabu. Sebab, dia sudah sering mengonsumsi sabu sebelum itu.
"Dia bilang sudah dua bulan sering pakai. Katanya dapat barang, teman-temannya yang kasih," ujar Amrin.
RE dibawa oleh ibunya ke Polsek Tallo pada Jumat 7 September pekan lalu. Dia kini telah dititipkan Polisi kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Dia menyusul rekannya yang telah lebih dulu mendapatkan bimbingan di sana.
"Mereka untuk sementara di sana untuk menunggu proses hukumnya rampung. Sebelum diserahkan orangtuanya ke polisi, anak itu (RE) diungsikan ke rumah keluarga dan teman-temannya," kata Amrin.
Penyidik terus membujuk orangtuanya agar RE diserahkan ke hukum. Dalam kasus ini, polisi mesti memakai pendekatan khusus karena untuk menghindari sang anak trauma. (Medcom/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved