Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, kebutuhan dana untuk pemulian paska gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan mencapai Rp 8,63 triliun. Dana tersebut dibutuhkan untuk melakukan proses pemulihan di beberapa wilayah NTB yang terdampak gempa bumi.
"Total kerusakan yang diakibatkan oleh gempa Lombok itu sebesar Rp10 triliun, kerugian mencapai Rp2 triliun. Ini masih kajian cepat. Masih harus diverifikasi lagi," kata Kepala BNPB, Willem Rampangilei, dalam rapat penanganan gempa bumi NTB, di DPR RI, Jakarta, Senin (10/9).
Willem mengatakan, alokasi terbesar akan disalurkan ke Lombok Utara sebagai daerah paling terdampak gempa dengan anggaran sebesar Rp3,09 triliun. Lombok Barat diperkirakan membutuhkan biaya rehabilitasi sebesar Rp2,08 triliun.
"Lombok Utara kerusakan Rp3,1 triliun, kerugian Rp1,01 triliun, kebutuhan untuk recovery Rp3 triliun," ujar Willem.
Sementara untuk wilayah Lombok Timur kebutuhan anggaran untuk pemulihan mencapai Rp798 miliar. Sedangkan wilayah Sumbawa Barat membutuhkan Rp994 miliar.
"Sisanya Sumbawa Rp157 miliar, Mataram Rp566 miliar, Lombok Barat Rp2,08 triliun, dan Lombok Tengah Rp936 miliar," ujar Willem.
Diungkapkam Willem, gempa yang terjadi tersebut telah membuat 167.961 rumah rusak. Sebanyak 32.724 rumah sudah diverifikasi terjadi kerusakan berat. Sebanyak 74% di antaranya atau 23.899 rumah sudah mendapat Surat Keputusan (SK) Bupati/Wali Kota untuk dilakukan perbaikan.
Secara total, menurut data BNPB, total kerusakan akibat gempa di NTB per 8 September 2018 sebesar Rp10,15 triliun. Kerusakan infrastruktur tertinggi terjadi di Lombok Barat sebesar Rp3,59 triliun. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved