Luhut Berharap Sail Moyo Tambora Awal Kepulihan Wisata NTB

Yusuf Riaman
09/9/2018 21:45
Luhut Berharap Sail Moyo Tambora Awal Kepulihan Wisata NTB
(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mewakili Presiden RI Joko Widodo meresmikan Sail Moyo Tambora 2018 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu (9/9). Perhelatan nasional ini diselenggarakan sebagai tanda kebangkitan pariwisata di NTB pascagempa.

"Hadirin sekalian yang saya banggakan, perhelatan Sail Moyo Tambora 2018 ini justru menjadi awal dari recovery pariwisata Lombok dan Sumbawa pascagempa yang menerpa NTB secara beruntun dalam beberapa waktu terakhir. Untuk itu saya mengapresiasi atas terselenggaranya even ini, yang juga diisi dengan rangkaian kegiatan amal dan bakti sosial, sehingga dapat membangkitkan kembali semangat dan mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa," ujar Menko Luhut.

Lebih lanjut, Luhut meminta semua pihak untuk berpartisipasi menunjukkan solidaritas.

"Saya mengajak kita semua, baik Jajaran Kementerian lembaga pusat dan daerah serta seluruh lapisan masyarakat, marilah kita Jadikan Sail Moyo Tambora ini sebagai momentum kebangkitan pariwisata Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

Menko Maritim meminta hadirnya pemerintah dapat dilakukan secara nyata.

"Saya mengimbau, bilamana kita mempunyai kegiatan perhelatan di luar kantor, mari kita arahkan pelaksanaannya di kawasan ini sebagai bentuk solidaritas kita untuk membangkitkan kepariwisataan di sini," ucapnya.

Dengan demikian, diharapkan Sail Moyo dapat membawa dampak positif bagi masyarakat setempat.

"Momentum Sail Moyo Tambora yang kita laksanakan kali ini memiliki arti penting bagi kita semua, dan khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat," katanya.

Sail Moyo Tambora 2018 merupakan Sail ke 10 dari rangkaian sail Indonesia yang dilaksanakan pertama kali pada 2009 di Bunaken-Manado. Seiring berjalannya waktu, terjadi perluasan maksud dan tujuan penyelenggaraannya.

"Sail Indonesia dilaksanakan pada awalnya bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah-daerah tertinggal di Indonesia, akan tetapi seiring perkembangannya, dimulai dengan Sail Sabang 2017 lalu, penyelenggaraannya lebih ditekankan pada upaya pengembangan destinasi wisata, termasuk Sail Moyo-Tambora 2018 ini," kata Luhut.

NTB kali ini dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki kekayaan bahari yang melimpah. Sehingga sangat tepat jika NTB menggelar ajang wisata bahari bertaraf internasional, mengingat destinasi wisata di NTB sudah menjadi destinasi prioritas nasional.

Sumbawa layak dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Sail Moyo Tambora 2018, sebab pesona pulau Moyo di perairan Sumbawa sudah sangat terkenal di dunia.

"Pernah dengar kalau mendiang Lady Diana pernah berlibur di Pulau Moyo? Ada juga artis legendaris Mc Jagger, dan sejumlah pesohor pernah juga kesana. Artinya Moyo sudah mendunia," ujarnya.

Selain itu, kawasan Gunung Tambora juga sudah dikenal luas. Letusan gunung berapi ini pada 1815 silam bahkan sampai mengubah iklim di sebagian belahan bumi. Dua ikon ini sangat tepat untuk mendorong promosi potensi wisata lainnya di Sumbawa.

Di kesempatan yang sama, Menko Luhut mengungkapkan bahwa keadaan rupiah di Indonesia sampai saat ini baik-baik saja.

"Keadaan rupiah kita baik-baik saja, kita akan mendorong pariwisata ini, ini salah satu pariwisata ini penting. Kami akan terus kerja keras mengenai jumlah pariwisata," tambahnya.

Luhut menyebutkan, kedatangan 1 juta wisatawan asing setara dengan pemasukan US$1 miliar untuk Indonesia.

"Dan kami ingin turis tambah, tahun depan target 20 juta turis masuk ke Indonesia, karena ini sangat punya dampak positif. Sehingga demikian langkah-langkah yang sangat baik persoalan maritim," katanya.

Dalam acara ini, Menko Luhut melakukan beberapa penandatanganan prasasti yaitu Jembatan Samota, dan Penetapan Taman Nasional Moyo Tambora, serta menyaksikan beberapa pertunjukan antara lain pertunjukan drama teater Tari Tanjung Menangis, marching band, sembari menyaksikan Sailing Pass, 500 perahu nelayan (sailing pass) berlayar dari pantai goa menuju ujung Labuan Badas, dan sebagainya.

Selain Menko Luhut, hadir pula beberapa pejabat lainnya seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur NTB Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi, dan pejabat lainnya.

Menhub Budi Karya selaku Ketua Pelaksanaan Sail Moyo Tambora 2018 ini juga berharap, acara Sail Moyo ini bisa mengobati dan penyemangat bangkitnya pariwisata di NTB.

"Kita semua pasti ingin NTB ini bangkit. Hari ini menandai kebangkitan NTB yang luar biasa. NTB ini sangat terkenal. Tidak hanya terkenal dengan Zohri (pelari peraih emas Indonesia) saja. Pariwisata menjadi industri yang menjanjikan bagi NTB. Alamnya luar biasa budayanya memesona sehingga mendatangkan devisa bagi Indonesia," ucapnya. (OL-1)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya