Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM kemarau yang berdampak terhadap kekeringan lahan pertanian masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat sejumlah petani di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, beralih kerja atau banting setir jadi buruh serabutan.
"Sejak beberapa bulan ini saya tak menggarap lahan sawah. Sekarang mah kerja apa saja yang penting bisa menghasilkan uang," aku Pepen Supendi, 50, petani warga Kampung Tenjolaya, Minggu (9/9).
Belakangan ini, Pepen terkadang jadi pengemudi ojek. Di lain waktu, ia jadi kuli bangunan. Hal itu dilakukannya semata untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Daripada anak dan istri saya tak makan, ya mending kerja apa saja. Kalau mengandalkan jadi bertani sudah tak mungkin. Lahan sawah garapan saya sekarang dibiarkan saja. Nanti setelah turun hujan lagi baru mau bertani," kata dia.
Di wilayahnya, kata Pepen, terdapat sekitar 20 hektare lahan sawah yang mengalami kekeringan. Sekarang lahan sawah mereka banyak ditumbuhi ilalang karena lama tak terairi.
"Mudah-mudahan segera turun hujan. Kalau terus begini repot. Pekerjaan kami tetap bertani," tegasnya.
Hal sama dilakukan Isep, 54. Ia mengaku kebingungan setelah lahan sawah garapannya tak bisa lagi ditanami padi.
"Jangankan untuk mengairi sawah, untuk sehari-hari saja airnya sulit diperoleh," kata Isep.
Sama dengan Pepen, Isep pun nyambi pekerjaan lain selama lahan sawahnya mengalami kekeringan. Ia kadang membantu jadi buruh bangunan dengan penghasilan tak menentu.
"Untuk minum di sini harus ngambil ke sumber air yang berjarak hampir 2 kilometer," jelasnya.
Kades Cisaat, Nanak Sukron, mengatakan, sejak memasuki kemarau, warganya banyak yang mengalami krisis air bersih. Padahal, lanjut dia, di satu sisi wilayahnya terbilang kaya sumber air. Buktinya, tak sedikit perusahaan air minum dalam kemasan yang berdiri di Kecamatan Cicurug.
"Tapi warga kami kesusahan mencari air di saat kemarau panjang begini. Kalaupun ada, mereka harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih. Mudah-mudahan ada solusi dari pemerintah daerah karena kejadian ini sudah sering terjadi setiap kemarau," pungkasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved