Dolar Kuat Pariwisata Menggeliat

John Lewar
07/9/2018 23:45
 Dolar Kuat Pariwisata Menggeliat
(ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

SELALU ada hikmah tersembunyi dibalik peristiwa yang mungkin tidak menge­nakkan. Depresiasi rupiah terhadap dolar AS sepintas dianggap memukul perekonomian Indonesia. Namun, pada kenyataannya, tidak semua kegiatan perekonomian nasional terdampak.

Sebaliknya, ada keyakinan yang muncul di kalangan pelaku pariwisata Tanah Air bahwa mengu­atnya dolar AS justru sebagai angin segar yang menerbangkan pendapatan mereka. Pengaruh positif dari menguatnya dolar AS itu, seperti disampaikan pelaku pariwisata tours and travel di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Agustinus Komodo, kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut Gusti, Labuan Bajo sebagai kota dan destinasi pariwisata yang sudah sangat dikenal mancanegara justru terasa geliatnya pada saat ini. Hal itu, imbuh Gusti, bisa dilihat dari kenaikan jumlah kunjungan turis domestik maupun asing, yang berwisata ke Labuan Bajo juga Bali maupun Pulau Komodo.

Hal itu dibenarkan salah seorang pelaku bisnis hotel dan restoran Matheus Siagian yang menilai bahwa sektor pariwisata berpeluang besar menaikkan devisa negara dan memperkuat kembali rupiah. Untuk itu, dia juga membenarkan dan mendukung imbauan pemerintah agar pelaku bisnis pariwisata memperkuat potensi wisata yang dikelola secara maksimal.

“Jika wisatawan banyak yang datang kemudian membayar dengan menggunakan dolar karena nilainya terapresiasi. Atau otomatis biaya perjalanan, hotel, dan lain-lainnya dengan melemahnya kurs rupiah ini akan menguntungkan wisatawan asing. Yang penting sektor pariwisata ini harus dikelola secara baik,” ujar Matheus.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam beberapa hari ini nilai mata uang rupiah terdepresiasi akibat kebijakan AS dan gejala ekonomi global yang melemah. Satu dolar AS bila dirata-rata berada pada level Rp14.875.

Tunda ke luar negeri
Menanggapi pengaruh pelemahan rupiah terhadap dunia pariwisata, Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan wisata ke luar negeri. Jika bisa terwujud, pemerintah akan terbantu dalam menekan kebocoran devisa di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. “Masyarakat akan lebih bijak jika memilih berwisata di berbagai destinasi menarik di Tanah Air.” Dia, Arief, mengatakan pariwisata menjadi salah satu sektor yang diharapkan bisa mendorong kinerja ekonomi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

Sektor ini menjadi salah satu solusi utama di antara bidang lainnya yang diharapkan bisa menjaring devisa. “Ini justru menjadi kesempatan bagus bagi kita untuk lebih meng-explore Indonesia pada saat ini sekaligus meningkatkan nasionalisme kita agar tidak banyak dolar keluar,” katanya.

Arief menambahkan pihaknya terus berupaya meningkatkan kinerja sektor pariwisata agar mampu menyumbang devisa lebih besar. Beragam promosi terus dilakukan untuk menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara.

Tercatat sampai Juli 2018, sudah lebih dari 9 juta wisman berkunjung ke Tanah Air dan diharapkan sampai akhir tahun jumlahnya terus meningkat sehingga target 18 juta wisman dapat tercapai. (Ant/1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya