Menyulap Bencana Jadi Destinasi

(AS/N-1)
07/9/2018 23:30
Menyulap Bencana Jadi Destinasi
(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

BENCANA alam memang menyengsarakan warga sehingga akan dihindari ataupun dicegah. Namun, ternyata bencana alam bisa juga mendatangkan berkah. Kota Semarang, Jawa Tengah, punya pengalaman mengubah bencana banjir menjadi destinasi wisata setelah dibenahinya Sungai Banjir Kanal Barat.

Bencana pada 1990 akibat jebolnya tanggul setinggi 7 meter yang mengakibatkan rusaknya prasarana dan korban jiwa kini justru mendatangkan keuntungan secara ekonomi. Setelah dinormalisasi, banjir di wilayah Semarang bagian barat sudah tidak ada lagi bahkan Sungai Banjir Kanal Barat yang tertata kini menjadi ikon baru wisata di Kota Semarang.

Pemandangan di sana saat ini cukup eksotis baik ketika dilihat pada siang maupun  malam hari. Sebagai ikon wisata baru berbagai event wisata pun dalam beberapa tahun ini telah digelar, seperti festival lampion, festival perahu, dan berbagai agenda wisata setiap bulannya.

Pemandangan di Sungai Banjir Kanal Barat semakin menarik dengan adanya objek lain di sekitar sungai, di antaranya Klenteng Sam Po Kong yang terbesar di Jawa Tengah. “Saya ingin Banjir Kanal Barat menjadi objek wisata air kelas dunia sehingga pembenahan terus dilakukan dan hasilnya sekarang sangat eksotis,” jelas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Diakui untuk mengubah Semarang menjadi kota wisata tidaklah mudah. Banyak kritik. Namun, keyakinan dan fokus ternyata berhasil mengantarkan Kota Semarang saat ini menjadi kota terbaik dalam indeks pariwisata nasional.

Program yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah, lanjut Hedrar, secara pasti telah membuahkan hasil. Kota Semarang lebih tertata rapi dan indah. Berbagai objek wisata terus dibenahi seperti Kota Lama.

Menyusul normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur tidak saja akan mengatasi banjir di wilayah timur Kota Semarang. Nantinya juga menjadi ikon baru lagi seperti Banjir Kanal Barat. “Tahun ini selesai dan Semarang mulai go international, apalagi didukung bandara internasional yang megah,” pungkas Hendrar. (AS/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya