Kembali Digelar, Festival Jatiluwih Diharapkan Dongkrak Pariwisata

Antara
07/9/2018 16:25
Kembali Digelar, Festival Jatiluwih Diharapkan Dongkrak Pariwisata
(Ist)

FESTIVAL Jatiluwih kembali digelar untuk kali kedua dan akan berlangsung pada 14-15  September 2018. Festival itu akan diselenggarakan di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, Bali. Festival Jatiluwih kali ini akan terlihat berbeda daripada tahun sebelumnya, karena akan mengambil tema Matha Subak yang memadukan seni tradisional dan modern.

Hal itu pun diakui pula oleh I Nengah Sutirtayasa, Ketua DTW Jatiluwih sekaligus Ketua Panitia Festival.

"Tentunya untuk festival tahun ini, akan terkesan lebih berwarna dari sisi kreativitas dan budayanya," tuturnya saat memberi keterangan resmi di Restoran Gong, Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Kamis (7/9).

Ia mengakui, jika konsep yang diusung tahun ini seiring dengan pendalaman dan penggalian tema potensi unggulan Jatiluwih. Menurutnya, Tabanan dikenal sebagai lumbung berasnya Pulau Bali dan hal ini ditunjang dengan luasnya persawahan di kabupaten ini yang secara produktif menghasilkan padi terbaik.

"Jadi kita sangat bersyukur bisa kembali menggelar kegiatan ini dan dipastikan tahun ini ada banyak kejutan dan berbeda daripada sebelumnya," kata Nengah Tirtayasa.

Menariknya di tahun ini juga, pihak penyelenggara festival akan lebih banyak menggandeng dan menghadirkan kesenian-kesenian Bali, seperti tari-tarian, kuliner, hingga musik modern. Nantinya selama dua hari penyelenggaraan festival pengunjung akan diajak menikmati suasana alam yang sangat sejuk dan menyegarkan.

Ia juga menambahkan, jika penyelenggaraan festival akan dilangsungkan di tengah sawah seluas 2 hektare dengan konsep panggung amfiteater.

"Ini sangat berbeda dengan lainnya. Di sini juga tersedia kamp atau tenda untuk pengunjung yang mau menyewa," imbuhnya.

Festivalnya sendiri buka dari jam 10.00 Wita hingga malam hari. Selain bisa menikmati hiburan dan kolaborasi, pengunjung juga bisa menikmati keindahan Jatiluwih yang hijau nan sejuk.

Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengharapkan dengan adanya festival tersebut dapat mendongkrak sektor pariwisata di Kabupaten Tabanan.
"Dengan adanya festival ini tentunya saya sangat berharap Jatiluwih bisa lebih dikenal lagi, tidak hanya oleh orang lokal melainkan juga oleh mancanegara, sehingga PAD Tabanan pun akan meningkat," ungkap Eka.

Bupati perempuan pertama di Bali itu memang tidak pernah kehabisan akal dalam menciptakan inovasi untuk mengangkat citra dan meningkatkan potensi daerah yang dimilikinya, setelah sebelumnya menggelar Festival Tanah Lot yang sukses mendatangkan lebih dari 60 ribu wisatawan dalam jangka waktu tiga hari. Kini ia ingin mengulang keberhasilan tersebut pada Festival Jatiluwih.

"Dengan adanya festival ini ditargetkan akan mampu meningkatkan kunjungan ke Jatiluwih ini hingga 50%. Sekitar  2.400 wisatawan per harinya, kalau hari biasa saat bulan ramai yang biasanya terjadi pada Agustus mencapai 1.600 wisatawan per hari, setelah itu pada bulan biasa biasanya mencapai 1.000 wisatawan per hari," tandas Eka. (OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya