Penerima Imunisasi MR Minim

(DW/X-11)
06/9/2018 23:45
Penerima Imunisasi MR Minim
(ANTARA FOTO/Olha Mulalinda)

SEJUMLAH daerah di Sumatra Selatan kini terus menggencarkan sosialisasi dan pemberian vaksin measles rubella (MR) setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu mengeluarkan fatwa memperbolehkan imunisasi tersebut.

Meski demikian, baru sekitar 22% anak di Kota Palembang yang mendapat vaksin MR dari target 400 ribu anak. “Agustus kemarin kita sudah terus kampanyekan dan mulai melakukan imunisasi MR, tapi karena belum adanya fatwa MUI jadi sempat tertunda. Karenanya, capaian pun masih cukup rendah,” ungkap Kepala Dinkes Kota Palem-bang, Letizia.

Pihaknya kini kembali akan melanjutkan imunisasi MR di Kota Palembang. “Resosialisasi ini kita lakukan supaya kesadaran masyarakat mengenai imunisasi MR bisa meningkat dan supaya anak-anak kita terhindar dari sakit rubella,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Muara Enim, Hasanudin, mengatakan, penyakit rubella sangat berpengaruh terhadap ibu hamil karena bisa membuat bayi cacat seperti buta, gangguan otak, tuli, dan lain-lain.

Hasanudin menerangkan, untuk di Kabupaten Muara Enim, ditargetkan 175 ribu anak mendapat vaksinasi. Namun, saat ini baru sekitar 30% yang sudah diimunisasi, sedangkan masa program ini tinggal sekitar sebulan lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini, mengakui masih sedikitnya penerima imunisasi, yaitu rata-rata jumlah penerima vaksinasi di tiap kabupaten atau kota di Sumatra Selatan baru sekitar 30%.

Selanjutnya, imunisasi MR akan dilakukan secara rutin kepada anak berusia 9 bulan hingga 18 bulan dan kelas 1 SD untuk mengganti imunisasi campak. “Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini, tapi bisa dilakukan pencegahan melalui imunisasi MR,” kata Lesty.

Ketua MUI Sumsel, Aflatun Muchtar, mengata-kan, dalam kondisi keterpaksaan dan belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci, maka hukum imunisasi MR menjadi mubah. “Karena MR ini darurat yang bisa menyebabkan kematian dan penyakit berat. Berdasarkan informasi dari ahli yang berkompeten, jadi imunisasi MR ini harus dilaksanakan,” ungkapnya. (DW/X-11)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya