Setelah 73 Tahun, Desa Terisolasi Kini Terang Benderang

(Solmi/N-3)
06/9/2018 23:30
Setelah 73 Tahun, Desa Terisolasi Kini Terang Benderang
(ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

KEGEMBIRAAN terpancar dari wajah-wajah warga Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. “Alhamdulillah selamat datang ke dusun kami yang terpencil ini. Kami sangat senang pak,” kata Kepala Desa Air Liki, Pulpi Marlinton, saat menyambut rombongan tim United Nations Development Programs (UNDP) bersama sejumlah wartawan di desa tersebut, Senin (3/9).

Kedatangan tim UNDP bersama staf Kementerian ESDM dan Baznas ini untuk meninjau revitalisasi pembangkit listrik mikrohidro (PLTMH) di desa pinggiran Taman Nasional Kerinci Seblat.

Seusai menjamu makan malam, Kades Pulpi Marlinton menyampaikan rasa terima kasih warga atas bantuan UNDP bersama Kementerian ESDM dan bersinergi memberdayakan dana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta CSR Bank Jambi, yang telah merevitalisasi PLTMH untuk kebutuhan pene­rangan listrik bagi 136 kepala keluarga.

“Saya atas nama warga berterima kasih. Walaupun masih terisolasi dari akses jalan darat, adanya penerangan listrik ini kami terasa merdeka dari kege­lapan. Anak-anak bisa belajar dan mengaji dengan nyaman. Kami merawatnya baik-baik dan digunakan secara bijak untuk penerangan malam dan kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Pulpi.

Untuk pemenuhan kebutuhan penerangan, masyarakatnya akan digratiskan dari biaya penggunaan listrik.

“Jaringan dan instalasi ke rumah-rumah sudah dipasang, gratis. Saya juga akan menggratis­kan penggunaannya, untuk menghidupkan tiga bola lampu dan satu pesawat televisi. Lebih dari itu, kita kenakan biaya.”

Sementara itu, untuk kebutuhan biaya operator yang bekerja, menurut Pulpi, digaji Rp500 ribu per bulan, dan disepakati diambilkan dari sebagian dana desa. Begitu juga untuk perbaikan yang bernilai di atas Rp5 juta akan ditalangi dengan dana desa. “Kalau untuk kerusakan di bawah Rp5 juta, kami tangani dengan dana swadaya masyarakat,” tambahnya.

Kegembiraan warga di Air Liki juga dirasakan warga di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Di desa itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Soemantri Brojonegoro, meresmikan peng­operasian PLTMH baru pada Rabu (5/9).

Menurutnya, insiatif PLTMH Jambi ini berbasis pada dana zakat yang digagas Baznas. “Ini salah satu wujud aplikasi nyata dari tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Bambang.

Program tersebut turut meningkatkan akses energi bersih serta mendukung pemberantasan rakyat dari kemiskinan.

Untuk membangun dan mere­vitalisasi PLTMH, Baznas meng­alokasikan US$350 ribu atau Rp4,8 miliar, ditambah dana CSR Bank Jambi sebesar US$281.357 atau Rp3,76 miliar.

Kegiatan tersebut mencakup pembangunan baru PLTMH berkapasitas 60 kilowatt di Desa Lubuk Bangkar, Sarolangun, dan revitalisasi tiga unit PLTMH berkapasitas 40 kilowatt masing-­masing di Desa Air Liki, Air Liki Baru, dan Desa Ngaol, tiga desa terisolasi di Kecamat­an Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Program ini memberikan akses listrik pada 4.448 orang dari 803 rumah tangga yang sudah 73 tahun belum pernah menikmati listrik. (Solmi/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya