Memperkuat Ekspor saat Rupiah Melemah

(DW/LD/MS/N-3)
06/9/2018 23:15
Memperkuat Ekspor saat Rupiah Melemah
(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

PEMERINTAH Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mendorong peningkatan ekspor berbagai produk wilayah setempat. Apalagi, saat ini momentum yang tepat di saat rupiah terdepresiasi. Pada tahun lalu Purbalingga mengalami surplus perdagangan ke luar negeri, dengan nilai ekspor mencapai Rp3,04 triliun lebih. Sementara itu, impornya sekitar Rp537 miliar lebih atau surplusnya mencapai Rp2,5 triliun.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Purbalingga, Johan Arifin, mengatakan salah satu andalan ekspor wilayah itu ialah bulu mata palsu dan rambut palsu. Kedua produk itu telah diekspor ke Amerika Serikat, Korea, Kanada, dan Jepang. “”Selain itu, berbagai macam produk kayu olahan juga diimpor,” ujarnya.  

Ia menyatakan bahwa pemkab terus mendo­rong kinerja ekspor dari Purbalingga, apalagi saat sekarang nilai dolar AS menguat dan rupiah terdepresiasi. “Justru dengan nilai rupiah yang turun menjadi momentum bagi para eksportir untuk menggenjot produksinya. Karena pelaku usaha akan mendapatkan keuntungan lebih karena adanya depresiasi rupiah.”

Dari Sumatra Selatan, melemahnya rupiah justru menguntungkan ekspor komoditi karet. Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Provinsi Sumatra Selatan, Alex K Eddy, mengatakan pelemah­an rupiah bagi eksportir sebagai keuntungan.

“Kita jual karet atau mengekspornya dan kemudian kita menerima dolar yang kemudian konversi ke rupiah tentu untung bagi kita, tapi tidak bagus untuk jangka panjang. Secara tak langsung pengu­atan dolar ini bisa mendongkrak harga jual karet dari petani. Oleh karena itulah, petani bisa tertolong,” jelasnya.

Masih terkait dengan pelemahan rupiah, anggota DPRD Papua Barat, Aminab Asmaruf, meminta  pemerintah mengurangi impor. “Kita bisa memaksimalkan sumber daya alam untuk mengurangi impor,” saran Aminab.
Ia juga meminta pemakaian bahan bakar minyak untuk konsumtif dikurangi. (DW/LD/MS/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya