Industri Tekstil Lokal Harus Maju

(FR/N-3)
05/9/2018 22:45
Industri Tekstil Lokal Harus Maju
(MI/Fetry)

MENTERI Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan pemerintah sangat mendukung tumbuh kembang industri bahan baku tekstil dalam negeri.

Dia juga meminta agar produsen bahan baku semakin meningkatkan kualitas produknya serta tidak seenaknya mematok harga tinggi agar industri hilir tidak terkena dampaknya.
 
Pernyataan Mendag ini disampaikan dalam Dialog Tekstil Nasional 2018 dengan tema Strategi optimalisasi pasar produk TPT Indonesia di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (5/9).

Menurutnya, industri hilir harus tetap terjamin. Apalagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Dia berharap agar jangan sampai industri sudah bisa membuat bahan baku, lalu membuat kartel harga.

“Pemerintah akan melindungi industri dalam negeri, tapi jangan pernah berpikir untuk melakukan kartel harga sehingga bahan baku menjadi tinggi dan industri hilir terdampak. Kalau ada yang seperti itu, saya pasti kejar. Saya denda dia, dan buka pula keran impor, pasti susah dia,” tegas  Enggartiasto.

Pengusaha tekstil, lanjut Enggartiasto, harus berpikir sederhana saja. Apabila bahan baku yang disediakan industri dalam negeri dengan kualitas yang tidak kalah dari impor, dan harga kompetitif pasti akan dipakai industri hilir.

Pada kesempatan sama, Presiden Direktur PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto, membenarkan pernyataan Enggartiasto­ tersebut. Hanya saja, dia mengingatkan agar produsen bahan baku memperbarui teknologi mereka.

Teknologi yang lama sudah tidak bisa mengejar kebutuhan industri tekstil dan tidak efisien. Kalau industri tekstil harus mengikuti produsen bahan baku, cost menjadi mahal.

“Permasalahannya ada di pemanufakturan yang tidak efisien. Pengusaha harus mengikuti­ harga global. Mahal dikit it’s ok, tapi kalau terlalu mahal ya janganlah,” pesan Iwan.

Ketua Apindo Surakarta periode 2018-2022 ini memiliki target untuk meningkatkan investasi baru dan pengembangan industri di Soloraya yang sudah cukup banyak. Meski demikian, lanjut Iwan, perlu adanya strategi lebih lagi untuk terus menumbuhkan geliat produktivitas tersebut.

Adapun tantangan lainnya di sektor industri dalam negeri ialah kurangnya kemampuan sumber daya manusia. Menurutnya, adanya pendidikan vokasi sangat membantu.  (FR/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya