Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN yang mengguyur Kota Cimahi tidak mematahkan semangat Watimin untuk berkeliling Indonesia dengan berjalan kaki. Dengan membawa bendera Merah Putih yang diikatkan pada sebuah tongkat, dan spanduk bertuliskan ‘NKRI Harga Mati’, warga asli Cilacap, Jawa Tengah ini bertekad menuntaskan perjalanannya hingga ke Papua.
Pria berumur 36 tahun ini mengawali perjalanan dari Aceh dengan membawa ransel besar yang di dalamnya berisi pakaian ganti, perlengkapan salat, serta perbekalan seadanya pada 9 Agustus 2016. Ia melakukan aksi nekatnya demi mengingatkan masyarakat tentang cita-cita Pancasila dan NKRI ialah harga mati.
Ditemui saat beristirahat di Alun-alun Kota Cimahi, akhir pekan lalu, Watimin menceritakan berbagai pengalaman yang dialaminya selama perjalanan. Watimin pernah nyaris diterkam harimau dan bertemu suku Anak Dalam saat berada di Jambi. Dia juga bertemu dengan sejumlah bupati, wali kota, hingga gubernur di tiap daerah yang dilintasinya.
“Tapi, pengalaman paling berkesan waktu di Bali. Akhirnya saya bisa melihat Pantai Kuta yang kata orang-orang pemandangannya sangat indah dan terkenal di seluruh dunia,” kata Watimin dengan logat Jawa yang kental.
Sebelum berangkat dari kampung halamannya di Desa Pucung Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dia mengaku harus menjual sawahnya agar niat tulusnya berjalan kaki mengelilingi Nusantara ini bisa terlaksana. Sebagai tempatnya beristirahat, dia kerap singgah ke setiap kantor Koramil di daerah yang dilewatinya.
“Supaya bisa sampai di daerah tujuan, saya berusaha menghemat biaya dengan makan sehari sekali. Saat menempuh perjalanan jauh, bagi saya yang penting adalah minum air yang banyak,” ungkap pria kelahiran 16 November 1982 ini.
Dengan jalan kaki berkeliling Indonesia, Watimin berharap bisa langsung mengingatkan kepada masyarakat yang ditemuinya tentang arti pentingnya Pancasila serta Indonesia. Setiap kali bertemu dengan masyarakat, ia sering berperan agar tak cepat terprovokasi isu yang yang tidak jelas.
“Kadang kala ada masyarakat yang memandang saya gila, tapi hal ini tidak membuat langkah saya surut, malah menjadi penyemangat saya untuk menyelesaikan misi perjalanan ke Papua,” bebernya.
Setiap singgah ke daerah, Watimin juga menyebarkan informasi bahaya narkoba. Dia mengaku prihatin dengan banyaknya orang menjadi pecandu narkoba. “Saya juga menyampaikan kepada masyarakat yang saya jumpai, tentang bahaya narkoba,” terangnya.
Selain bukti kecintaannya terhadap NKRI, aksi jalan kaki keliling Nusantara ini sebagai nazar karena ibunya dinyatakan sembuh dari penyakit tumor mata bagian kanan.
“Alhamdulillah ibu saya sudah sembuh dari tumor. Orangtua juga sudah mengizinkan saya keliling Indonesia dengan berjalan kaki. Mereka terus mendoakan saya agar selamat sampai di tujuan dan meminta saya berhati-hati saat di jalan,” terang Watimin seraya memasang target bisa sampai di Papua pada Desember mendatang. (Depi Gunawan/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved