Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETERNAK gurami di berbagai wilayah di Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar, Jawa Barat, menderita kerugian akibat serangan virus Aeromonas salmonicida. Sejak Januari-Agustus sedikitnya 10 ton gurami mati akibat virus tersebut.
“Serangan tersebut telah menyebabkan peternak lokal mengalami kerugian cukup besar, senilai Rp50 juta-Rp100 juta, karena ikan yang siap panen berjumlah 10 kuintal sampai 10 ton semuanya mati,” kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, Selasa (4/9).
Hendra mengatakan virus Aeromonas salmonicida yang telah menyerang gurami lokal bakal mengganggu pasokan ikan itu. Akibat serangan virus itu, produksi sentra peternak ikan lokal turun 50%. Untuk Kota Tasikmalaya saja konsumsi gurami lokal per minggu mencapai 3 ton. Satu bulannya konsumsi gurami 12 ton.
“Saat ini virus tersebut belum ada penangkalnya. Mungkin saja terjadi kepunahan gurami lokal. Harga gurami bakal melonjak sebab pasokan berkurang. Kami berupaya membantu kepada kelompok peternak gurami dengan menyediakan induknya,” ujarnya.
Serangan virus itu, ungkap Hendra, tidak saja menyerang peternak ikan di Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Majenang, Jawa Barat, tetapi juga Purwokerto, Jawa Tengah. Saat ini peternak gurami dari Tulungagung, Jawa Tengah, ikut menjadi sasaran. Serangan tersebut terjadi sejak Januari.
“Kami meminta supaya peternak gurami lokal yang masih memiliki induk hidup agar menggunakan kapur dan dispektan. Bangkai ikan yang terserang virus ini jangan dibuang ke sungai, lebih baik dibakar atau dikubur,” pintanya. (AD/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved