Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Desa Lemahabang, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menolak jenazah terduga teroris Rajendra Sulistiyanto, yang tewas ditembak Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dibawa pulang untuk dimakamkan di kampung halaman mereka.
Warga beralasan, yang dilakukan Rajendra telah mencemarkan nama baik warga desa setempat yang mayoritas Umat Islam dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penolakan warga terhadap jenazah Rajendra untuk dimakamkan di kampung halaman mereka itu disampaikan di depan rumah salah satu tokoh masyarakat Desa Lemahabang, dengan menunjukkan poster-poster yang intinya menolak jenazah Rajendra untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat, Selasa (4/9) petang.
Rajendra merupakan salah seorang terduga teroris yang menembak dua polisi anggota patroli jalan raya (PJR) di kilometer 224 ruas Tol Pejagan-Cirebon, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Dalam surat pernyataan yang disampaikan seorang toko masyarakat Desa Lemahabang, Ibrohim, antara lain disebutkan bahwa yang bersangkutan yakni Rajendra, sudah tidak lagi menjadi penduduk Desa lemahabang, dan sudah lama pula bermukim di daerah Cirebon.
Selain itu, penolakan jenazah yang bersangkutan sebagai bentuk sanksi sosial agar ada efek jera bagi warga yang lain serta merupakan upaya penolakan adanya radikalisasi di wilayah Desa Lemahabang.
Ibrohim menyampaikan, surat pernyataan tersebut sudah melalui rapat yang dihadiri perwakilan masyarakat Desa Lemahabang baik tokoh masyarakat maupun pemuda dan elemen masyarakat lain.
"Ya intinya warga keberatan jenazah Rajendra yang terduga teroris dimakamkan di kampung halaman kami karena meski yang bersangkutan lahir di Desa Lemahabang tapi sudah lama tidak jadi warga Desa Lemahabang dan bertempat tinggal di daerah Cirebon," ujar Ibrohim.
Selain itu, menurut Ibrohim, Rajendra juga telah mencoreng atau mencemarkan nama baik warga masyarakat Desa Lemahabang.
"Padahal mayoritas warga Desa Lemahabang beragama Islam yang cinta NKRI dan toleran," terangnya.
Sebelumnya dilaporkan, Densus 88 menangkap empat orang penembak dua polisi anggota PJR di km 224 ruas Tol Pejagan-Cirebon, Jabar, beberapa waktu lalu.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, menyebut ada tiga tersangka yang terkait langsung dengan penembakan Polantas di ruas tol tersebut yang ditangkap, dua di antaranya tewas ditembak. Polisi juga menangkap empat tersangka lain yang terkait dengan kasus tersebut. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved