Operasi Pasar Sepanjang Tahun

Dwi Apriani
04/9/2018 23:15
Operasi Pasar Sepanjang Tahun
(ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

UNTUK menstabilkan harga pangan terutama beras, Bulog di sejumlah daerah menggelar operasi pasar. Seperti dilakukan Bulog Divre Sumatra Selatan dan Bangka Belitung menggelar stabilisasi harga bahan pokok, sejak Selasa (4/9).

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, M Yusuf Salahuddin, mengatakan kegiatan ini sebagai upaya antisipasi ketidakstabilan harga bahan pokok di pasaran. Namun, diakuinya saat ini kondisi harga bahan pokok relatif stabil.

“Kami mengantisipasi jika terjadi kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Saat ini memang stabil. Kita pastikan stok bahan pangan di Sumsel Babel aman. Kita lakukan ini untuk memberikan keyakinan ke masyarakat untuk tidak kuatir,” jelasnya, kemarin.

Ia menjelaskan stabilisasi bahan pokok itu serupa dengan operasi pasar. Untuk harga beras medium dijual dengan harga eceran tertinggi Rp9.450 per kilogram (kg). Kualitas beras setara beras premium.

Pihaknya mengerahkan empat armada untuk mengisi pasokan bahan pangan ke pasar-pasar tradisional atau titik-titik yang ditentukan.

Saat ini stabilisasi pangan ini digelar di Pasar Lemabang, Pasar Cinde, Pasar KM5, dan Pasar 16. “Di stabilisasi pangan ini yang kita fokuskan adalah beras medium yang sudah dikemas,” ucapnya.

Dari Kalimantan Tengah, Bulog setempat melakukan operasi pasar sepanjang tahun. Terutama untuk komoditas beras, gula, tepung terigu, dan minyak goreng.

Kepala Divre Bulog Kalteng, Faisal menjelaskan saat ini tidak ada lagi operasi pasar yang ditentukan waktu pelaksanaan. Contohnya, operasi pasar menjelang hari raya dan hari besar keagamaan lainnya.

Menurut Faisal, tidak ada lagi operasi pasar yang ditentukan waktu pelaksanaan, seperti menjelang hari raya dan hari besar keagamaan lainnya.

 “Kita tidak seperti dulu lagi. Saat musim kemarau atau hari-hari besar melakukan operasi pasar,” ujarnya.

Untuk itu, Bulog akan terus melakukan operasi pasar dengan menempatkan stok bulog berupa beras, gula, minyak, dan tepung terigu di semua pasar tradisional serta rumah pangan kita (RPK). Harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan komoditas sama  yang dijual di pasaran.

Untuk harga beras dipatok maksimal Rp9.800 per kg jenis medium. Ada juga beras keluaran Bulog yang dikemas dalam bentuk saset dengan harga Rp2.500 per 200 gram.

Harga stabil
Sama halnya di Yogyakarta, Bulog Divre IV Yogyakarta menggelar operasi pasar. Kepala Bulog Divre Yogyakarta, Akhmad Kholisun di sela-sela peluncuran ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga di gudang Bulog Purwomartani, Sleman, DIY, mengatakan operasi pasar dilakukan agar harga pangan tetap stabil.

Menurut Kholisun, Bulog menyediakan beras dalam jumlah yang cukup besar bahkan berapa pun kebutuhan masyarakat akan dipenuhi. “Kami memiliki sediaan yang cukup banyak, dan siap untuk dikucurkan jika memang dibutuhkan,” katanya.

Dia menambahkan, langkah intervensi pasar ini menggunakan dua cara, yakni Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP CBP), dan penjualan komoditas komersial Bulog. “Dengan cara-cara ini ­diharapkan harga pangan pokok ter-kendali, tetap ­tersedia dalam jumlah banyak, dan kualitas yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, di Cirebon, Bulog Subdivisi setempat belum tuntas menyerap gabah petani.

Menurut Kabulog Sub Divisi Cirebon, Dedi Apriliyadi, penyerapan gabah baru 57%. Pada musim kemarau ini terjadi penurunan penyerapan gabah.

“Biasanya sehari bisa menyerap hingga 500 ton, tapi sekarang hanya berkisar 50 ton hingga 60 ton. Namun , stok beras masih mencukupi,” jelasnya. (AU/SS/UL/CS/N-3)

 

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya