Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LUAS lahan panen padi pada September ini di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencapai 8.926 hektare dengan capaian padi dikonversi menjadi beras mencapai 34.811 ton. Jumlah itu mencukupi untuk memenuhi konsumsi masyarakat di sana.
“Bulan ini (September) akan surplus sebanyak 13.811 ton beras. Kalau melihat dampak, kayaknya musim kemarau tak terlalu berpengaruh besar terhadap tingkat produksi padi atau beras di Kabupaten Sukabumi,” ujar Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat, Selasa (4/9).
Setiap tahun Kabupaten Sukabumi mengalami surplus beras rata-rata mencapai 250 ribu ton hingga 350 ribu ton. Kelebihan beras biasanya dipasok ke Jabodetabek. Persediaan beras berbanding lurus dengan harga di pasaran. Saat ini rata-rata harga beras premium di kisaran Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per kg. Sementara itu, beras medium rata-rata di kisaran Rp8.500 hingga Rp9.000 per kg.
“Kalau melihat kenyataan sekarang, sebetulnya pasokan tak perlu tersendat, apalagi harga juga tak perlu mahal,” ucapnya.
Apalagi saat ini Kabupaten Sukabumi memiliki gudang distribusi pangan di Jampangkulon. Adanya gudang itu mampu menjaga stabilitas harga dan memiliki daya tampung yang besar sehingga bisa menyerap produksi beras saat surplus. “Ini juga sebagai bentuk jaminan pangan kepada masyarakat,” tandasnya.
Kalangan petani anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Jateng, berharap panen padi di 4.000 hektare musim gadu bisa maksimal. “Ya, kurang seminggu lagi sudah dipanen, terutama petani Gondang, mudah-mudahan bisa maksimal,” harap Ketua KTNA Sragen, Suratno, Selasa (4/9).
Menurut dia, kemarau tahun ini cukup menganggu sektor pertanian di wilayah Sragen, terutama untuk sawah tadah hujan. Data yang dihimpun Media Indonesia di Dinas Pertanian Sragen, sedikitnya ada 1.069 hektare tanaman padi yang terancam puso.
Senada dengan Pemkab Karawang, Jawa Barat. Mereka optimistis bisa mencapai target panen sebesar 1,5 juta ton gabah tahun ini. Menurut Kadis Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi Chaniago, pihaknya optimistis pencapaian target panen tahun ini. Hingga akhir Agustus lalu, sudah dipanen 800 ribu ton gabah kering panen (GKP).
Ia menjelaskan provitas panen padi di Karawang pada musim kemarau pun tidak terganggu, bahkan tergolong sangat bagus. Angkanya mencapai 6-7 ton GKP/hektare. “Masih normal. Kita yakin dalam empat bulan nanti bisa mengejar target panen. Harga juga bagus, mencapai Rp5.300/kg GKP,” katanya.
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis Kustini mengatakan panen padi musim gadu kali ini mengalami peningkatan. Dari Januari-Juli jumlahnya mencapai 326.010 ton. (BB/CS/WJ/AD/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved