Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Bandung, Ridwan Kamil, melakukan aksi bersih-bersih atau beberes segala perlengkapan dan aksesorisnya di ruang kerjanya di Balai Kota Bandung, di Jalan Wastukencana, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/9).
Aksi beberes di ruang kerjanya itu dilakukan setelah mendengar kepastian dari Sekretaris Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik bahwa dirinya dan calon Wakil Gubernur Jabar terpilih, Uu Rizhanul Ulum, masuk sebagai kandidat yang akan dilantik pada Rabu (5/8) besok, bersama 8 gubernur lainnya di Istana Negara, Jakarta.
Adapun berbagai aksesoris itu antara lain beberapa poster, pasfoto, patung, artefak, serta sejumlah penghargaan yang dipajang di ruangannya, berbagai perlengkapan pakaian dinas, serta aksesoris lainnya. Media Indonesia turut memantau prosesi penuh haru tersebut.
"Iyeu foto-foto saya urang angkutan heula (Ini foto-foto saya kita angkut dulu). Nanti ini kan pindah ke Gedung Sate," kata pria yang akrab disapa Emil itu saat beberes di ruang kerjanya, Selasa.
Setelah pasfoto, Emil juga membuka sendiri sebuah poster berukuran besar bergambar dirinya.
"Ini poster dibuka juga," kata dia.
Setelah itu, Emil melihat patung-patung dan artefak di ruang kerjanya itu. Ada salah satu patung yang kondisinya pecah.
"Ini ada satu yang harus dibenerin dulu, pecah nih. Nanti benerin ya," pinta Emil kepada ajudannya.
Setelah itu, Emil bergegas melihat-lihat berbagai pakaiannya di sebuah lemari di ruang kerjanya itu. Ada beberapa baju dinas, ada pula topi Wali Kota. Beberapa di antaranya dilelang dan diberikan kepada bawahannya serta wartawan.
"Ini topi nih siapa yang mau," kata Emil.
Wartawan Metro TV, Iwan Gumilar. menjadi salah satu penerima warisan topi Wali Kota Bandung itu.
Saat beberes, Emil tiba-tiba mengungkapkan kesedihannya.
"Keheula, asa sedih (nanti dulu, terasa sedih)," ucap Emil singkat sambil mengusap matanya.
Para wartawan yang mengikutinya pun sempat terdiam. Lantas Emil melanjutkan prosesi beberesnya. Saat itu, tiba-tiba ada bawahannya yang menyampaikan sesuatu terkait kepengurusan Pemkot Bandung. Emil pun tidak menggubrisnya.
"Keheula, saya keur galau (nanti dulu saya masih galau)," katanya singkat.
Aksi beberes ini, kata Emil, merupakan aksi dadakan setelah sebelumnya mendapat kabar mendadak dari Istana soal kepastian pelantikannya yang dilakukan pada Rabu besok.
"Tadi saya dapat kabar dari Dirjen Otonomi daerah, katanya besok adalah jadwal saya dilantik di Istana. Ya, saya langsung bergegas beberes. Tadi pun pas dapat kabar, saya itu lagi meeting. Jadi artinya, hari ini itu adalah meeting terakhir untuk kepengurusan Kota Bandung," kata dia.
Emil menambahkan, selama 5 tahun menjabat sebagai Wali Kota Bandung bersama pendampingnya, Oded M Danial, ada pencapaian dan ada juga kekurangan.
"Untuk segala kekurangannya saya mohon maaf lahir batin, mudah-mudahan warga Bandung tetap semangat, tetap taat aturan, dukung wali kota berikutnya, dan semangat menjaga Bandung Juara," ucap Emil.
"Di hari terakhir ini, saya mohon maaf kepada warga Bandung khususnya jika tentulah selama 5 tahun, saya ada kekurangan, saya ada kekhilafan, tapi percaya lah saya selama 5 tahun bekerja keras membela Kota Bandung. 345 penghargaan adalah saksi sejarah, bagaimana saya mengubah Bandung dengan segala keterbatasan," bebernya.
Kepada warga Bandung, sambung Emil, jangan khawatir, dirinya akan tetap ada dan hadir untuk Bandung. Namun, mulai besok hingga ke depan akan hadir dengan posisi yang berbeda.
"Saya akan menolong warga Bandung dengan cara baru, kalau dulu dengan cara sebagai Wali Kota Bandung dan kalau besok dan ke depannya dengan cara sebagai Gubernur Jawa Barat," ucap Emil.
Tak hanya itu, perpisahan dan permintaan maaf juga disampaikan kepada insan pers, terutama di job desk Pemerintahan Kota Bandung.
"Dan juga kepada teman-teman wartawan hatur nuhun (terima kasih) atas segalanya, hampura, mohon maaf," kata Emil menutup pembicaraan berkaca-kaca hingga akhirnya mengeluarkan air mata.
Momen ini ditutup dengan foto bersama dengan para wartawan. Masih dalam waktu petang, Emil pun meminta fotografer Pemkot Bandung untuk memotretnya yang berdiri di wajah depan ruangan dinasnya.
"Ini sebagai kenang-kenangan dengan kantor tempat kerja saya tercinta," kata dia.
Setelah itu, Emil pun menjadwalkan pertemuan di lingkungan Pemkot Bandung. Kepada jajarannya, Emil menitipkan beberapa amanat mengingat Bandung akan ditinggalkannya. Para ASN pun satu persatu menyalaminya. Mereka larut dalam suasana haru. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved