Hutan Gunung Bromo Terbakar

Abdus Syukur
03/9/2018 02:40
Hutan Gunung Bromo Terbakar
(MI/Abdus Syukur )

KEPALA Seksi Pengelolaan Wisata Wilayah 1 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarmin menyampaikan, untuk mencegah kebakaran itu merambat, petugas bersama warga sekitarnya membuat sekat untuk memutus jalur kobaran api. "Kebakaran pertama kali terjadi di sabana di area Jemplang yang masuk Kabupaten Malang. Api terus merambat karena panas yang terik dan angin yang bertiup kencang. Terlebih lagi rerumputan dan berbagai tumbuhan semak belukar meranggas dan mengering karena musim kemarau, membuat kobaran api cepat membesar," ujar Sarmin, kemarin.

Kobaran api yang membesar dan embusan angin yang kencang membuat sebaran api terus merambat ke area yang lain di kawasan Gunung Bromo itu. Kobaran api yang awalnya hanya berada di area Jemplang merambat ke sabana lainnya.

Termasuk ke area Bukit Teletubies di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, yang masuk wilayah Kabupaten Pasuruan serta masuk ke area Gunung Watangan di Desa/Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

"Karena angin yang berembus kencang, kami kesulitan untuk memadamkannya. Namun, kami terus berupaya, di antaranya dengan membuat sekat-sekat untuk melokalasi agar jalur api terputus sehingga kebakaran akan mengecil. Baru api bisa dijinakkan dan dipadamkan," terang Sarmin.

Untuk sementara ini, api belum bisa dipadamkan. Namun, kebakaran bisa dipantau petugas TNBTS bersama dengan masyarakat di sekitar lokasi. Api tidak bisa menyebar lebih luas dengan adanya sekat-sekat yang dibuat untuk melokalasi serta memutus sebaran api.

 

Karhutla

Kebakatan hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus meluas mencapai luasan hampir 1.500 hektare. Kebakaran kini merambah seluruh daerah atau 13 kabupaten/kota di wilayah tersebut, termasuk ibu kota provinsi, Kota Banjarmasin. "Hujan yang sekali-kali turun dan upaya pemadaman karhutla baik jalur darat maupun udara belum berhasil memadamkan api," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyudin Ujud, kemarin.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kalsel, hingga kini sudah terjadi 431 kali kebakaran hutan dan lahan serta permukiman dengan jumlah titik api sebanyak 239 titik atau meningkat enam titik api dalam dua hari berselang.

Sementara itu, upaya pemadaman karhutla melalui udara menggunakan helikopter water bombing dalam sepekan terakhir sudah 15 kali dilakukan.

Pantauan Media Indonesia, kemarin, mencatat kebakaran hebat melanda area lahan gambut dan hutan galam yang ada di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, serta wilayah perbatasan dengan Kota Banjarbaru. Kobaran api terus membesar tanpa ada upaya pemadaman dilakukan petugas.

Di sisi lain, Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung Mikron Antarika menyebutkan dalam kurun waktu dua bulan ini kurang lebih 300 titik panas yang terjadi disejumlah daerah di Babel. Dalam sehari, menurut Mikron, di musim kemarau ini jumlah titik panas yang terpantau satelit bervariasi, mulai 5 hingga 49 titik. "Hal ini disebabkan banyak lahan yang mudah terbakar di musim kemarau," ujarnya.  (DY/RF/J-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya