Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Riau salah satu daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) tingkat dua secara serentak di sembilan daerah. Dari survey Lembaga Kajian Pemilu Indonesia ( LKPI) di Kota Dumai, lima kandidat paling berpeluang menduduki kursi nomor satu di Kota Dumai
Survei LKPI yang dilaksanakan sejak 27 Mei - 7 Juni 2015 dengan sampel 1.000 responden, di tujuh kecamatan yang ada di Kota Dumai. Hasilnya, lima nama menempati peringkat lima besar berdasarkan kapabilitas, acceptabilitas dan elektabilitas, tokoh yang berpotensi maju sebagai calon wali kota Dumai. Hal ini katakan oleh Koordinator LKPI Anom Hartanto ,S.Sos dalam pernyataanya yang diterima, ‎Minggu (14/6/2015).
Dari sepuluh nama yang disurvei, tersaring lima besar. Yaitu, M.Ikhsan (akademisi,PKS), dr .Sunaryo (PAN ) dan Walikota Dumai Khairul Anwar (calon incumbent), serta Wakil Wali Kota Dumai Agus Widayat ( calon incumbent ), serta H.Ahmadi ( pengusaha ).
"Hasil survei ini mengunakan Metodologi multistage random sampling dan memiliki margin error sekitar 3,1 persen dengan confident interval 95 persen, Responden yang disurvei berasal dari berbagai jenis latar belakang pendidikan , suku ,agama , profesi dan pekerjaan," ungkap Anom.
Dari sisi kapabilitas, ungkapnya, dapat dilihat dari catatan jejak (track record bersih dari korupsi) pendidikannya, maupun jejak sikap dan perilakunya selama ini dari para tokoh Bakal Wali Kota Dumai .
"Dalam temuan survei, Agus Widayat menduduki posisi teratas Dengan 28,7 persen,Sunaryo 14,7 persen ,H.Ahmadi 10,6%, Khairul Anwar 10,4% ,M.Ikhsan 6,9%, Tito Gito 6,4%, ,Zulkipli AS 5,4% , Nurdin Budin Politisi Gerindra 3,2%, Eko Suharjo Ketua DPC Partai Demokrat 2,8%, Zulkipli Ahad Politisi Golkar 1,6% ,dan 9,3% belum memberikan pendapat," tuturnya,
Figur baru seperti M.Ikhsan dan Ahmadi yang bukan berlatar birokrat dalam tingkat penerimaan atau akseptabilitas di masyarakat terhadap mereka berdua, juga tinggi melebihi Khairul Anwar, Sunaryo dan Zulkipli AS.
Hal ini tercermin dari jawaban hasil survei. Tingkat akseptabilitas masyarakat terhadap H. Ahmadi 14 ,7 persen dan M. Ikhsan 13,8 persen menempati urutan kedua dan ketiga setelah Agus Widayat , 27,7 persen.
" Sementara tokoh lainnya Khairul Anwar 9,6 %, Sunaryo 8,3 % ,Tito Gito 4,2% ,Zulkipli AS 4,1 persen ,Nurdin Budin 3,3 % ,Eko Suharjo 2,1 % ,Zulkipli Ahad 1,5 dan yang tidak menjawab 10,7 persen," papar Anom
Dengan tingkat Akseptabilitas yang tinggi dari Agus Widayat, H.Ahmadi dan M.Iksan mengambarkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat Dumai terhadap kehadiran mereka untuk menjadi pemimpin nomor satu di Kota Dumai . "Calon wali kota yang diterima dengan baik kehadirannya, maka semakin kuat dan besar peluang yang bersangkutan menjadi pemimpin," tutur Anom. (N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved