Daerah Garap Wisata Digital

Agus utantoro
01/9/2018 03:00
Daerah Garap Wisata Digital
(ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

SEKTOR pariwisata menjadi salah satu pemasok pendapatan daerah yang cukup besar. Salah satunya Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang kini makin dikenal masyarakat luas karena keindahan alamnya.

Untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Gunungkidul, dinas pariwisata setempat membidik wisatawan milenial dan mancanegara dengan mengembangkan pasar digital.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan untuk tahap pertama ini yang dikembangkan ialah Pasar Taman Bumi di kawasan Geosite Lembang Ngingrong Mulo, Pasar Telaga Jonge di Kecamatan Semanu, dan Pasar Kerajinan Pampang di Kecamatan Paliyan.

Pengembangan pasar di-gital itu dilakukan dengan menggandeng anak-anak muda yang tergabung dalam Generasi Pesona Indonesia.

“Saat ini yang harus dilakukan untuk bisa mengundang wisatawan, destinasi wisata harus unik, menarik, dan Instagramable,” jelas Harry, Jumat (31/8).

Untuk itu sudah dirintis titik-titik yang menawarkan spot foto menawan. “Gambar-gambar yang diambil di spot-spot tersebut diharapkan akan menarik dan meng-undang wisatawan untuk datang,” tambahnya.

Gebrakan lain yang akan dilakukan Pemkab Gunungkidul ialah mengeluarkan regulasi untuk mengatur tiket bagi wisatawan mancanegara. Menurutnya, selama ini tidak ada pembedaan antara harga tiket bagi wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara. Pembedaan harga tiket dilakukan di tempat pemungutan retribusi.

Pengembangan potensi pariwisata juga dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya pengembangan potensi wisata Gunung Wilis. “Bukan hanya Pemprov Jatim yang memprioritaskan Gunung Wilis menjadi obyek wisata. Pemerintah pusat juga ikut mengembangkan,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Wilayah Gunung Wilis masuk Selingkar Wilis atau jalur yang berada di wilayah selatan. Kawasan itu ialah jalur yang melingkari Gunung Wilis.

Pemprov Jawa Timur telah menyusun rencana induk pengembangan pariwisata alam itu dalam kurun waktu 25 tahun. Wilayah Gunung Wilis menjadi salah satu prioritas untuk dikembangkan.

Bila sukses bisa menjadi potensi baru pariwisata, tujuh daerah yang masuk Se-lingkar Wilis ialah Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Madiun.

Soekarwo berharap seluruh daerah yang masuk di kawasan Selingkar Wilis bisa bekerja sama. “Untuk pengembangan sesuai dengan potensi kami. Ada perhotelan, kuliner, jasa restoran, oleh-oleh, jasa wisata, biro jasa, atau transportasi,” ujarnya.

Rute baru
Pada bagian lain, untuk meningkatkan pangsa pasar domestik, Garuda Indonesia resmi meluncurkan rute penerbangan baru Palembang-Lampung-Bandung. Garuda Indonesia mengoperasikan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang.

Rute baru itu diresmikan langsung Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan, kemarin. Pahala menjelaskan rute penerbangan langsung Palembang-Lampung-Ban-dung tersebut akan beroperasi sebanyak tiga kali se-minggu, yaitu Senin, Jumat, dan Minggu. (FL/EP/BB/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya