150 Km Jalur Lintas Barat Bengkulu Rusak Parah

Marliansyah
11/6/2015 00:00
 150 Km Jalur Lintas Barat Bengkulu Rusak Parah
( ANTARA FOTO/Maril Gafur)
SEPANJANG 140 dari 783 kilometer jalur lintas barat (Jalinbar) yang berada di tujuh dari sepuluh kabupaten/kota Bengkulu belum diperbaiki dari kerusakan menjelang Ramadan.

Sebanyak tujuh kabupaten yang berada di Jalinbar yakni, Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur, hingga saat ini belum dilaksanakan perbaikan dengan tambal sulam.
    
Infrastruktur jalan rusak berat dan ringan sepanjang 260,24 km atau 33,2 persen, sedangkan anggaran perbaikan hanya Rp392 miliar untuk 120 kilometer sehingga Jalibar sepanjang 150 kilometer belum dapat diperbaiki.

Jalinbar di Kabupaten Mukomuko merupakan jalan yang akan digunakan pemudik untuk menuju ke Provinsi Sumatra Barat, dari Kota Bengkulu, karena lebih irit waktu serta bahan bakar dibandingkan melewati jalur
 lintas tengah Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan.
    
Selain itu, sepanjang 60 kilometer infrastruktur jalan milik Provinsi Bengkulu yang tersebar disepuluh kabupaten/kota mengalami kerusakan parah selama dua tahun terakhir menjelang Lebaran.
    
Kerusakan parah jalan provinsi yang ada saat ini sepanjang sepanjang 60 kilometer dari 1.562 kilometer dengan kondisi baik 975, kerusakan sedang 301, dan rusak ringan 225 kilometer.
    
Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah di Bengkulu, mengatakan, kerusakan jalan di Provinsi Bengkulu, terus meningkat akibat anggaran untuk perbaikan serta pemeliharaan selama ini hanya mengandalkan APBD Provins
Bengkulu sehingga anggarannya terbatas.
    
"Perbaikan infrastruktur jalan nasional dan provinsi saat ini sedang dilakukan sehingga dua minggu menjelang Lebaran semua jalan yang berlubang ditutupi dengan melakukan tambal sulam di sepuluh kabupaten/kota," katanya.
    
Menurut dia, kondisi jalan provinsi di kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Kepahiang, Seluma, Bengkulu Utara, dan Mukomuko saat ini sudah mulai diperbaiki sehingga menjelang Lebaran sudah aman untuk dilalui para pemudik.
    
Kerusakan jalan milik provinsi yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota akibat kurangnya anggaran perawatan juga akibat bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan abrasi.
    
Untuk perbaikannya dibutuhkan dana sekitar Rp100 miliar, sehingga perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan dapat terealisasi pada 2015.
    
Pada 2014 lalu, lanjut dia, perbaikan sudah dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan anggaran yang ada misalnya, tambal sulam, pelebaran jalan, dan perbaikan jembatan.
    
Saat ini, jalan provinsi yang ada saat ini, sepanjang 1.562 kilometer terus mengalami kerusakan dengan kondisi baik 975, kerusakan sedang 301, rusak ringan 225.
    
Jalan yang dalam kondisi baik juga akan mengalami kerusakan seperti ringan menjadi sedang, dan selanjutnya rusak parah akibat kondisi alam serta anggaran yang minim dari APBD.
    
Selain itu, pengerjaan proyek dari para rekanan atau kontraktor yang bermasalah, sehingga proyek jalan tidak terlaksana dengan baik.
    
Persentase kerusakan jalan milik provinsi, disebabkan minimnya anggaran sehingga perbaikan terpaksa dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan yang rusak berat.
    
Perbaikan jalan beraspal hotmix membutuhkan dana mencapai Rp4 miliar untuk per satu kilometer sehingga dianggarkan dalam APBD  harus bertahap untuk perbaikan 60 kilometer tersebut.
    
Sementara itu, proyek-proyek jalan pada anggaran 2013 belum tuntas dikerjakan 100 persen karena beberapa item proyek baru menyelesaikan 20 persen pelaksanaannya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya