BAGI bangsa Indonesia, batik adalah warisan nenek moyang yang sudah diakui dunia. Di Kota Mojokerto, Jawa Timur, untuk meningkatkan perekonomian warga, Festifal Batik Nusantara digelar. Festifal ini bertujuan agar masyarakat selalu mencintai produk-produk batik, baik buatan lokal maupun daerah penghasil batik lain.
Bertempat di Jalan Raya Surodinawan Kota Mojokerto, puluhan peragawan dan peragawati memamerkan batik khas nusantara. Para model ini menampilkan kreasi busana batik dengan melenggang di Street Catwalk.
Batik tersebut merupakan kreasi anak bangsa, terutama masyarakat Mojokerto sendiri.
Dalam festifal tersebut, batik-batik khas nusantara disuguhkan, mulai dari batik-batik dari Jawa, Sumatra, dan Indonesia bagian timur. Kota Mojokerto sendiri menampilkan batik khas Mojopahit, yakni Jatayu Mojo Etnic yang menampilkan model-model busana dari berbagai etnis.
Festifal batik ini digelar agar masyarakat semakin cinta terhadap batik, yang menjadi warisan nenek moyang dan diakui dunia. Selain itu kegiatan ini juga untuk mendongkrak perekonomian lokal, untuk bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) melalui usaha-usaha batik rumahan.
Wali Kota Mojokerto Masud Yunus mengatakan jika perekonomian masyarakat bisa kuat dengan sektor-sektor pertumbuhan ekonomi industri rumahan, maka tak perlu khawatir lagi akan ekonomi global. Untuk itu pihaknya akan terus mendongkrak perekonomian sektor rumahan agar berkembang pesat. (Q-1)