Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH perusahaan penggilingan padi di wilayah So-loraya, Jawa Tengah, berhenti beroperasi karena mengalami kesulitan pasokan gabah pada musim paceklik sekarang ini.
“Ya, tutup. Karena, tidak ada yang digiling,” kata Riyanto Joko Nugroho, Wakil Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pedagang Beras Indonesia (Perpadi) Jawa Tengah. Dia meng-ungkapkan usaha penggilingan padi pada musim kemarau ini banyak yang terkena dampak paceklik (tidak ada panen) sehingga terpaksa tutup.
Di Soloraya, terdapat 300-an unit penggilingan padi. Jumlah itu meliputi usaha besar sekitar 60 unit, sedang 125 unit, dan sisanya usaha skala kecil. “Jadi, sekarang banyak RMU kecil yang tutup. Karena, produksi padi kemarau ini hanya sekitar 10%. Faktor itu yang menyebabkan penggilingan padi sulit mencari gabah,” jelasnya.
Apalagi, saat paceklik ini harga gabah tinggi. Lihat saja, gabah ke-ring panen (GKP) di tingkat petani sekarang Rp5.000 dan GKG (gabah kering giling) mencapai Rp6.000 per kilogram. Tingginya harga gabah juga terjadi di Banyumas. Para mitra Bulog Banyumas tidak memasok beras ke Gudang Bulog karena harga di tingkat petani sudah tinggi.
Untuk harga GKP telah mencapai Rp5 ribu per kg, sedangkan untuk beras mencapai Rp8.500 per kg. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Banyumas Widarso mengatakan bahwa para petani di luar kawasan sabuk Gunung Slamet baru dapat menanam padi pada Oktober mendatang, menunggu aliran irigasi teknis dan musim penghujan tiba.
Dampak kemarau juga dirasakan mayoritas petani di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang sejak beberapa bulan terakhir beristirahat menanam padi. “Saat ini untuk tanaman padi kami benar-benar istirahat total,” terang Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kecamatan Surade, Sahlan, Kamis (30/8).
Dari Tasikmalaya dilaporkan petani di sana telah memanen padi mereka dan menjual gabah ke tengkulak karena harga dari Bulog lebih rendah. Sohibin, 50, warga Singaparna, kemarin, mengakui produksi gabah yang telah didapatkan petani selama ini merosot 30% dibanding tahun lalu.
Dalam menanggapi kondisi itu, Kementan menyatakan tetap optimistis produksi padi di semester dua tahun ini masih maksimal. “Kemarau sekarang memang dapat berdampak terhadap ancaman kekeringan pada tanaman padi yang masih belum panen, bahkan berpotensi menyebabkan puso. Namun, lahan yang terdampak kekeringan menurut data Ditjen Tanaman Pangan, kecil dibandingkan dengan luas tanam yang ada,” ujar pernyataan pers Kementan, Kamis (30/8).
Krisis air bersih
Musim kemarau tahun ini juga berdampak pada ketersediaan air bersih di beberapa daerah. Di Tuban, Jatim, krisis air bersih meluas dan tersebar di 8 kecamatan. “Kita terus melakukan droping air pada desa terdampak kekeringan,” terang Kepala Pelaksana Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Joko Ludiyono, Kamis (30/8).
Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih, khususnya di Kota Pangkalpinang , BPBD Provinsi Bangka Belitung mengerahkan 20 mobil tangki untuk pendistribusian. Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa mengatakan sumber air baku di Babel banyak rusak karena usaha pertambangan dan pasokan air ke warga bergantung pada PDAM saja.(LD/RF/BB/AD/YK/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved