Tol Sumatra Ditarget Rampung Awal 2019

(EP/N-1)
30/8/2018 23:00
 Tol Sumatra Ditarget Rampung Awal 2019
(MI/Eva Pardiana )

SEMPAT molor dari target penyelesaian sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 akibat kendala pembebasan lahan, pengerjaan tol Trans Sumatra kini terus dikebut. Menteri BUMN Rini Soemarno dalam Ekspedisi Tembus Tol Trans Sumatra, pada Rabu (29/8), menargetkan tol rampung awal 2019.

“Agustus 2018 molor. Sekarang kita kebut sampai awal tahun,” ujarnya. Terkait dengan target yang diberikan Menteri BUMN, Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo, optimistis pengerjaan fisik tol Sumatra dapat selesai sesuai dengan target. Pasalnya, pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala utama telah hampir selesai.

“Kendalanya kebanyakan pembebasan lahan, masing-masing tahap sudah lebih dari 90%, yang konsinyasi sudah kita serahkan uangnya ke peng­adilan, kan, tinggal ambil saja. Tinggal fokus pengerjaan fisik. Harusnya akhir tahun sudah selesai semua,” kata dia.

Bahkan, tol tahap I ruas Bakauheni-Terbanggi Besar pembebasan lahannya sudah memasuki 99%. Untuk tahap II ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang telah mencapai 90,60% yang dari 2.543 bidang sudah terbebaskan sebanyak 2.304 bidang. Bintang menambahkan, pengerjaan fisik tol akan semakin cepat dengan dikerahkannya alat-alat berat dari tol Jawa yang akan rampung pada Oktober 2018.

Selepas Ekspedisi Tembus Tol Trans Sumatra, Menteri Rini menilai progres pembangunan cukup signifikan. Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar pengerjaan fisiknya sudah mencapai 86,02%, sedangkan ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung sudah mencapai 73%, dan ruas Palembang-Indralaya sudah 95,46%.

Menteri Rini juga optimistis pembangunan tol Trans Sumatra akan bermanfaat bagi pengembangan kawasan dan peningkatan roda perekonomian di Sumatra. “Biaya logistik bisa turun hingga 50% karena waktu tempuh semakin singkat. Pelabuhan Bakauheni-Kayu Agung sepanjang 325 km biasanya sekitar 9 jam lewat jalan nasional, jika melewati tol bisa cuma 4 jam.”

Dioperasikannya ruas tol Trans Sumatra juga dapat membuka lapang­an kerja baru bagi warga sekitar. Sentra-sentra ekonomi baru juga akan tercipta melalui program pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM) pada setiap rest area.

“Seperti di tol Trans Jawa, rest area di ruas-ruas tol Trans Sumatra sebagian besar diperuntukkan bagi UKM lokal. Ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing produk-produk unggulan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar ruas tol,” ujar Menteri Rini. (EP/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya