Dilanda Kekeringan, Petani Sukabumi Istirahatkan Lahan

Benny Bastiandy
30/8/2018 19:40
Dilanda Kekeringan, Petani Sukabumi Istirahatkan Lahan
(MI/Benny Bastiandy)

MAYORITAS petani di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak beberapa bulan terakhir beristirahat menanam padi. Kondisi itu dipicu terjadinya kekeringan wilayah tersebut.

"Saat ini untuk tanaman padi off dulu. Kami benar-benar istirahat total," terang Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kecamatan Surade, Sahlan, Kamis (30/8).

Bersamaan kemarau, kata Sahlan, saat ini sedang memasuki musim tanam ketiga. Artinya, sesuai polanya, para petani sedang menaman komoditas palawija.

"Saat ini masih posisi musim ketiga. Jadi saat ini merupakan lahan beras. Ada petani yang menanam palawija, tapi jumlahnya nggak banyak. Hanya petani yang lahannya memiliki akses dari sumber mata air," jelas Sahlan.

Ia menyebut lahan di wilayah selatan mayoritas tadah hujan. Pasokan air ke lahan persawahan masih mengandalkan curah hujan.

"Memang saat ini masih memasuki kemarau. Kalau untuk tanaman, tentunya kami masih menunggu hujan turun," ungkapnya.

Sahlan masih menyimpan harapan hujan segera turun dalam waktu dekat. Pasalnya, dua hari ini wilayah selatan Sukabumi digelayuti awan mendung.

"Tadi (kemarin) pagi sudah ada sedikit gerimis. Mudah-mudahan tak lama lagi turun hujan. Rata-rata persediaan dan pasokan air di wilayah kami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kalau untuk kebutuhan lahan pertanian masih menunggu hujan," tandasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat, mengatakan, produksi beras di Kabupaten Sukabumi relatif masih stabil meskipun sejak beberapa bulan terakhir dilanda kekeringan. Kondisi tersebut tak berimbas terhadap ketahanan pangan di wilayah terluas kedua se-Jawa dan Bali itu.

"Kondisi ketahanan pangan, khususnya komoditas beras, di Kabupaten Sukabumi belum terganggu dengan kekeringan saat ini," tutur Ajat.

Pada bulan ini, luas lahan panen di Kabupaten Sukabumi mencapai 19.704 hektare. Dari luasan ini menghasilkan produksi beras mencapai 76.066 ton.

Di sisi lain, tingkat kebutuhan beras masyarakat rata-rata 21 ribu ton per bulan. Jadi terdapat surplus beras sebanyak 55.066 ton.

Pun pada Agustus, luas lahan panen mencapai 12.011 hektare. Dari luasan lahan panen itu menghasilkan sebanyak 46.842 ton. Sehingga pada Agustus terjadi juga surplus sebanyak 25.842 ton.

"Sedangkan pada September, luasan lahan panen 8.926 hektare atau setara 34.811 ton," tandas dia. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya