Pencarian Angeline Berakhir di Halaman Rumah

Ant/X-11
10/6/2015 00:00
Pencarian Angeline Berakhir di Halaman Rumah
(ANTARA/FIKRI YUSUF)
PENCARIAN Angeline, bocah berusia delapan tahun yang dinyatakan hilang sejak Sabtu (16/5), berakhir hari ini. Bocah malang itu ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, Rabu (10/6).

''Dengan upaya maksimal, kami akhirnya menemukan bahwa Angeline dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Kapolda Bali Inspektur Jenderal Ronny Sompie yang ditemui di kediaman korban di Denpasar.

Jasad bocah malang itu dikubur di lahan pisang yang berada dekat kandang-kandang ayam. Di lokasi itu, polisi mendapati gundukan tanah yang tidak beraturan dengan ditutupi sampah yang diduga sengaja dilakukan guna mengelabuhi pandangan pihak berwajib.

Jenazah Angeline kemudian diangkat sekitar pukul 12.30 WITA. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar dan kepolisian kemudian keluar dengan membawa jasad korban yang sudah terbungkus kantong jenazah itu dari rumah tersebut sekitar pukul 13.40 WITA.

Dengan menggunakan mobil ambulance milik BPBD Denpasar, jenazah Angeline kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah (RSUP) Denpasar untuk diotopsi. Saat polisi membongkar kuburan Angeline, tidak ada satupun anggota keluarga termasuk ibu angkat, Margaret, yang berada di lokasi. Ditemukannya Angeline dalam kondisi tragis tersebut mendapat perhatian ratusan warga setempat.

Mereka bahkan menangis menyaksikan tubuh mungil bocah cantik itu sudah menjadi mayat saat dikeluarkan dari pintu samping rumah tersebut.

Amankan Ibu Angkat


Setelah penemuan jenazah korban, polisi kemudian mengamankan Margaret di Markas Kepolisian Resor Kota Denpasar untuk diperiksa lebih lanjut terkait penemuan bocah malang itu yang tewas dikubur. "Margaret kami bawa ke Polresta Denpasar," kata Ronny.

Namun, Ronny belum menetapkan status ibu angkat korban apakah menjadi saksi atau tersangka. Dia menduga orang-orang dekat korban terlibat dalam peristiwa tragis yang menimpa bocah cantik itu sehingga polisi perlu mendalami keterangan mereka. "Semua yang ada di rumah, orang yang berkaitan dengan Angeline harus kami dengar keterangannya," ucap mantan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri itu.

Orang-orang dekat tersebut di antaranya ibu angkat korban, Margaret, dan dua saudari angkatnya yakni Ivone dan Kristin. Ronny berhati-hati memberikan keterangan kepada wartawan dan belum bisa menyimpulkan peran Margaret dalam pembunuhan sadis itu. "Kami belum tahu siapa yang menjadi penyebabnya tetapi semua orang dekat Angeline harus diperiksa," ucapnya.

Polisi juga belum bisa menyimpulkan kematian bocah kelas 2 di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar itu apakah dikubur hidup-hidup atau mengalami kekerasan terlebih dulu sebelum dikubur. "Kami sudah mendatangkan ahli forensik dan anggota Identifikasi Polda Bali untuk kami olah lebih rinci lagi," katanya.

Sebelumnya polisi juga telah meminta keterangan pembantu rumah tangga, Agus dan rencananya polisi juga akan meminta keterangan petugas pengamanan (satpam) dan penghuni yang juga mengontrak di rumah tersebut.

Sementara itu, di rumah korban di Jalan Sedap Malam Denpasar masih dikerumuni ratusan warga yang penasaran dengan penemuan Angeline dikubur di rumahnya.(Ant/X-11)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya