Perkuat Daya Saing Pertamina

Rudy Polycarpus
30/8/2018 07:40
Perkuat Daya Saing Pertamina
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati (kiri) saat pengumuman pengangkatan Direksi Pertamina di Kementerian BUMN, Jaka(ANTARA FOTO/Dok Pertamina/Adityo Pratomo)

PRESIDEN Joko Widodo meminta Direktur Utama baru Pertamina, Nicke Widyawati, mampu mengemban tugas-tugas besar dari pemerintah. Misalnya, mengelola Blok Rokan dan Blok Mahakam, ladang minyak dan gas terbesar Indonesia yang selama 50 tahun dikelola perusahaan migas raksasa asing.

"Harapannya, Pertamina bisa segera berbenah untuk mereformasi diri karena Pertamina sekarang ini mendapatkan penugasan yang luar biasa dengan blok-blok baik itu, Mahakam, Rokan, dan kedelapan (blok terminasi) lainnya yang diserahkan kepada Perta-mina. Dengan demikian, tugas ini sangat berat bagi Ibu Nicke," kata Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Presiden, sambung Pramono, menghendaki Pertamina tidak hanya jago kandang di negeri sendiri, tetapi juga menjadi perusahaan migas yang mampu bersaing di tingkat global.

Tidak hanya mengelola ladang migas di dalam negeri, Pertamina juga mesti berekspansi menguasai ladang-ladang migas di negara lain untuk memperkuat ketahan-an energi nasional.

"Pertamina ibarat kapal yang sangat besar sekali. Selama ini mendapatkan privilese pemerintah karena memang 100% sahamnya milik pemerintah. Tetapi dengan perkembangan dunia usaha, tidak bisa lagi Pertamina tidak melakukan inovasi, baik itu eksplorasi, eksploitasi. Enggak bisa hanya menggantungkan diri kepada lapangan-lapangan yang ada di dalam negeri," tandasnya.

Hari pertama seusai dilantik secara resmi sebagai Dirut Pertamina, Nicke Widyawati langsung mendapat tugas untuk mengangkat produksi, baik di sisi hulu maupun hilir. Kedua tugas itu mesti dilakukan guna menekan angka impor minyak dan gas.

"Target besarnya memang hanya satu, untuk mendorong kemandirian energi nasional, tetapi kalau dijabarkan, banyak. Di sisi hulu, kita harus tambah proyek supaya impor menurun. Penyerapan domestik harus ditambah," ujar Nicke di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Di sisi hilir, ia mengatakan akan menambah kapasitas kilang agar produk bisa terus ditambah. "Jadi, semua kita bisa sediakan dari domestik," tuturnya.

Saat ini, Pertamina tengah membangun dua kilang baru dan mengekspansi empat kilang existing guna meningkatkan kapasitas produksi.

"Tahun ini yang sudah siap di Balikpapan. Itu ada detailnya. Tapi intinya itu. Semuanya ialah bagaimana peran Pertamina dalam mencapai kemandirian energi nasional," tandasnya

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyatakan pemerintah ingin produksi hulu migas Pertamina meningkat. Untuk itu, rapat umum pemegang saham memutuskan mengganti Direktur Hulu Syamsu Alam dengan Darmawan Samsu.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi NasDem, Ari Yustina, meng-apresiasi keputusan pemerintah menetapkan Nicke sebagai Dirut Pertamina. Ari berharap Nicke mampu memacu kinerja mulai hulu sampai hilir industri migas yang dikelola Pertamina.

Pengamat energi UGM Fahmy Radhi melihat penunjukan Nicke tepat. Ia berharap Nicke mengoptimalkan lifting dan menuntaskan integrasi holding migas, juga menjadikan Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia. (Cah/Pra/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya