Tol Trans-Sumatra Ditarget Rampung Awal 2019

Eva Pardiana
29/8/2018 20:40
Tol Trans-Sumatra Ditarget Rampung Awal 2019
(ANTARA FOTO/Ardiansyah)

SETELAH sempat molor dari target penyelesaian sebelum Asian Games 2018 akibat kendala pembebasan lahan, pengerjaan Tol Trans-Sumatra terus dikebut. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dalam Ekpedisi Tembus Tol Trans-Sumatra, Rabu (29/8), menargetkan tol rampung awal 2019.

Rini mengatakan, pengerjaan proyek Tol Trans-Sumatra untuk ruas Bakauheni-Palembang sampai dengan Indralaya sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ruas Bakauheni–Terbanggi Besar pengerjaan fisiknya sudah mencapai 86,02%, ruas Terbanggi Besar–Kayu Agung sudah mencapai 73,00%, serta ruas Palembang-Indralaya sudah mencapai 95,46%.

Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo, optimistis pengerjaan tol dapat selesai sesuai target, pasalnya pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala utama telah sepenuhnya selesai.

"Kendala pembebasan lahan sudah tidak ada lagi, harusnya bisa selesai akhir tahun, karena tinggal pengerjaan saja. Apalagi Oktober pengerjaan tol yang di Jawa selesai, semua alat berat bisa dikerahkan ke Sumatera untuk membantu proses percepatan," ujar Bintang.

Menteri Rini optimistis pembangunan Tol Trans-Sumatra dapat membawa manfaat besar bagi pengembangan kawasan dan peningkatan roda perekonomian di Pulau Sumatra. Pasalnya, keberadaan tol dapat memberikan dampak positif bagi arus barang dan jasa.

"Adanya Tol Trans-Sumatra ini juga akan membantu menurunkan biaya logistik hingga 50%, sehingga berbagai produk unggulan serta hasil bumi dan sumber daya dapat terdistribusi dengan baik dengan waktu yang cepat disertai biaya terjangkau," katanya.

Rini menambahkan, dioperasikannya ruas-ruas Tol Trans-Sumatra juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar jalan tol. Tak hanya itu, sentra-sentra ekonomi baru juga akan tercipta melalui program pembinaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada setiap area peristirahatan (rest area) sepanjang jalan tol.

"Sebagaimana yang kami sedang lakukan di tol Trans Jawa, nantinya rest area di ruas-ruas Tol Trans-Sumatra juga sebagian besar akan diperuntukkan bagi UKM lokal. Ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing produk-produk unggulan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar ruas tol," ujar Rini.

Manfaat lain dari kehadiran tol Trans Sumatera, tambah Rini, yakni dapat mempersingkat waktu tempuh. Sebagai contoh, semula Pelabuhan Bakauheni-Kayu Agung sepanjang 325 km ditempuh dalam waktu sekitar 9 jam melalui jalan nasional, jika melewati jalan tol nantinya waktu tempuh bisa menjadi hanya 4 jam.

Kehadiran Tol Trans-Sumatra juga akan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi utama untuk memaksimalkan sistem rantai suplai. Sekaligus memberikan dampak peningkatan nilai properti dan potensi pengembangan perumahan.

Ekspedisi Tembus Tol Trans-Sumatra dilaksanakan guna meninjau progres pembangunan tol sekaligus kelanjutan dari kunjungan kerja Menteri Rini ke Lampung pada akhir Mei 2018 lalu yang menekankan percepatan proyek Tol Trans-Sumatra.

Ekspedisi ini diikuti oleh Deputi Bidang Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Gatot Trihargo dan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro, Staf Khusus III Wianda Pusponegoro, Direktur Utama (Dirut) Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra, Dirut Mandiri Kartika Wirjoatmadja, Dirut BTN Maryono, Dirut Adhi Karya Budi Harto, Dirut PTPP Lukman Hidayat, Dirut PPI Agus Andiyani, serta Direksi lainnya dari Telkom, Wijaya Karya, Adhi Karya serta Pertamina. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya