TNI Bangun 45 Ribu Hunian Sementara

(YR/Nic/N-1)
29/8/2018 04:00
TNI Bangun 45 Ribu Hunian Sementara
(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

SEBANYAK 45 ribu hunian sementara bagi para pengungsi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditargetkan sudah terbangun dalam kurun waktu tiga bulan mendatang pascaberakhirnya masa tanggap darurat pada 25 Agustus lalu.

“Ini rumah gotong royong. Tujuannya memindahkan warga dari tempat pengungsian ke rumah masing-masing sambil menunggu rumah permanen bantuan pemerintah,” kata Dasatgas Penanggu­l­angan Bencana NTB, Kolonel Farid Makruf, di sela-sela gotong royong masyarakat dan TNI, kemarin. Aksi pembersih­an puing-puing rumah warga yang akan dibangunkan hunian sementara di Dusun Medas Bedugul, Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Rumah hunian sementara yang dibangun nantinya berlokasi di puing rumah masing-masing dan dilengkapi toilet serta peralatan lainnya yang diambil dari sisa-sisa reruntuhan rumah mereka. “Tidak ada satu rupiah pun mereka mengeluarkan uang.”

Pembangunan sudah diawali di beberapa lokasi peng­ungsian, seperti di Rempek, Lempajang, Kuripan, Lendang Guar, dan Kabupaten Lombok Utara. Setidaknya sudah puluhan rumah yang telah didirikan dan langsung dihuni pemiliknya.

Pembangunannya terus dikebut karena dikhawatirkan bila musim hujan datang dan sebagian besar warga khususnya ibu-ibu dan anak-anak bisa sakit tetap berada di dalam tenda-tenda darurat.

Selain melibatkan masyarakat, pembangunan hunian tersebut juga dilakukan bersama relawan Ekadana yang menggandeng Fieter Honey dari Selandia Baru yang berpengalaman membangun rumah yang dilanda gempa di negaranya. Farid mengakui salut dengan semangat kerja sama yang erat antara masyarakat dan TNI. “Inilah yang bisa menggerakkan Lombok bangkit kembali,” ujar mantan Danrem 162/Wirabhakti, Mataram, NTB itu.

Menurut Farid, konsep rumah sementara ini sangat disukai Panglima TNI karena masyarakat terlibat. “Masyarakat diajak bekerja. Bayangkan saja kalau kita melamun saja, traumanya tidak hilang-hilang,” katanya.

Mendagri, Tjahjo Kumolo, kemarin, juga menyerahkan dana bantuan hasil gotong royong para staf Kemendagri sebesar Rp700 juta langsung kepada Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi untuk korban gempa Lombok. Mendagri juga membawa bantuan rehab bagi 66 kantor desa yang rusak karena gempa, serta juga bantuan tenda. (YR/Nic/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya