Penembak Polisi masih di Sekitar Tegal-Brebes

(UL/JI/TS/J-3)
29/8/2018 01:45
Penembak Polisi masih di Sekitar Tegal-Brebes
(MI/Nurul)

DUA orang yang diduga pelaku penembakan dua polisi di Tol Kanci-Pejagan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, masih berkeliaran di perdesaan wilayah Kabupaten Tegal dan Brebes, Jawa Tengah. Hal itu dikatakan Sekretaris Camat Margasari Teguh Mulyadi atas dasar info dari warganya, Selasa (28/8).

Keterangan yang diperolehnya menyebutkan ada tiga orang datang menggunakan dua sepeda motor ke Puskesmas Margasari. Sebelumnya mereka lebih dulu mencari bidan di Desa Marga Ayu, Kecamatan Margasari. Mereka sempat bertanya kepada sejumlah tukang ojek dan warga yang sedang duduk-duduk di desa tersebut. Kala itu sekitar pukul 23.00 WIB.

“Mereka ngakunya polisi dan habis menangkap copet. Copetnya tertembak dan diborgol,” tutur Teguh.

Mereka beranjak ke Desa Kalisalak, Kecamatan Margasari. Di situ mereka juga mencari bidan. Namun, bidan di desa itu menolak karena tidak bisa dan tidak ada alatnya. “Kepada bidan itu, mereka juga ngakunya polisi,” ujarnya.

Akhirnya ketiga orang tersebut menuju Puskesmas Margasari. Mereka sempat marah-marah di puskesmas itu karena para petugas medis juga tidak sanggup mengambil proyektil di tubuh orang itu. “Yang ngamuk yang tidak luka. Dia sempat mengeluarkan pistol, tapi akhirnya pergi,” jelasnya.

Teguh menduga ketiga orang tersebut merupakan pasien yang keluar paksa dari RSUD dr Soeselo Slawi pada Sabtu (25/8) siang. Diduga, mereka masih berkeliaran di sekitar Margasari hingga perbatasan Kabupaten Brebes.
“Prediksi saya, mereka ngumpet di antara hutan Balapulang sampai Margasari,” ucapnya.

Sementara itu, Ipda Dodon Kusdianto, salah satu polisi yang ditembak, akhirnya meninggal dunia. Jenazah Dodon dimakaman di kampung halamannya di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Pemakaman dilakukan dengan upacara kedinasan yang dipimpin Kapolres Cirebon AKB Suhermanto di permakaman desa setempat.

Suhermanto menyatakan dua anggota PJR yang ditembak di ruas Tol Kanci-Pejagan sudah mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat. “Kenaikan pangkat dilakukan berdasarkan keputusan dari Kapolri,” ungkapnya.

Soal kondisi Ipda Widi ­Harjan, Kapolres mengatakan sudah stabil. Dua peluru yang bersarang di tangan dan dadanya sudah diangkat. (UL/JI/TS/J-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya