Jenazah Ipda Dodon Dimakamkan, Kondisi Ipda Widi Membaik

Nurul Hidayah
28/8/2018 19:45
Jenazah Ipda Dodon Dimakamkan, Kondisi Ipda Widi Membaik
(Ist)

JENAZAH Ipda (luar biasa) Dodon Kusdianto dimakamkan di kampung halamannya di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan, jenazah Ipda Dodon Kusdianto tiba di rumah duka, yaitu rumah orangtuanya di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, sekitar pukul 11.30 WIB. Isak tangis keluarga mewarnai kedatangan jenazah ayah dari dua anak tersebut. Selanjutnya, jenazah dimandikan dan disalatkan.

Pemakaman dilakukan dengan upacara kedinasan yang dipimpin oleh Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, di pemakaman desa setempat yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah duka.

Kapolres Cirebon menjelaskan, sejak beberapa hari lalu dua anggota Patroli Jalan Raya yang ditembak di ruas Tol Kanci-Pejagan sudah mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat.

"Kenaikan pangkat dilakukan berdasarkan keputusan dari Kapolri," ungkap Suhermanto.

Saat ditanyakan mengenai kondisi Ipda Widi Harjan, Suhermanto mengungkapkan dua peluru yang sempat bersarang di tangan dan dadanya sudah diangkat.

"Saat ini kondisi rekan kita Widi sudah membaik," ungkap Suhermanto.

Hanya saja, kata Kapolres, yang bersangkutan masih menjalani proses pemulihan sehingga belum diizinkan untuk pulang.

Saat ditanyakan mengenai kelanjutan kasus penembakan ini, Suhermanto menjelaskan saat ini masih terus dalam penyelidikan.

"Mohon doanya semoga pelaku cepat tertangkap," ungkapnya.

Sementara itu, SM Kardila, 76, orangtua Dodon, mengaku sama sekali tidak memiliki firasat anaknya akan mengalami tembakan saat bertugas.

"Namun memang sebelum kejadian, ibunya bermimpi akan melakukan hajatan," ungkap Kardila.

Namun sang istri, Mienturmini, 74, juga tidak mengerti akan ada hajatan apa.

"Pokoknya hajatan aja," ungkap Kardila.

Tak disangka seminggu kemudian Kardila mendapatkan kabar anaknya yang bertugas sebagai PJR Ditlantas Polda Jabar dan ditugaskan di Tol
Kanci-Pejagan mengalami kejadian yang tak diinginkan. Bersama rekannya, Aiptu Widi Harjan, mereka ditembak orang tak dikenal saat tengah bertugas.

Sebagai ayah, Kardila sangat sedih. Apalagi, ia juga merupakan pensiunan polisi dan kakak Dodon juga ada yang menjadi polisi.

"Apalagi 7 peluru yang bersarang di tubuh anak saya," kata Kardila.

Padahal, Kardila berkali-kali selalu mengingatkan kepada anaknya untuk selalu menjadikan senjata sebagai istri pertama saat bertugas. Saat kejadian, Kardila mendapat informasi jika senjata anaknya disimpan di mobil.

"Setelah merasa sakit, baru ia mengambil senjatanya," ungkap Kardila.

Di mata Kardila, Dodon merupakan anak yang baik. "Cenderung pendiam," katanya dengan nada lirih.

Namun, Dodon, menurut Kardila, sangat pengertian kepada siapa pun, termasuk dengan tetangga sekitar. Karena itu, ia merasa sangat terpukul dengan kepergian anaknya tersebut. Kardila hanya berharap kejadian ini tidak terulang lagi, tidak lagi menimpa junior-juniornya yang tengah bertugas di kepolisian.

Seperti diberitakan, setelah menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon, Aiptu Dodon yang mengalami luka lebih parah dipindahkan ke RS Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani operasi lanjutan. Namun pada Selasa (28/8) sekitar pukul 09.30 WIB, Ipda Dodon menghembuskan napas terakhir. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya