Sarundajang Ingatkan Besarnya Potensi Laut Indonesia

Voucke Lontaan
08/6/2015 00:00
Sarundajang Ingatkan Besarnya Potensi Laut Indonesia
(MI/ADAM DWI )
INDONESIA memiliki keragaman hayati terkaya di dunia, yang menjadi potensi ekonomi maritim di masa kini dan mendatang. Potensi itu laut Indonesia bagaikan raksasa yang sedang tidur.

"Ribuan spesies di lautan dapat dikembangkan untuk mendongkrak ekonomi nasional demi kesejahteraan rakyat," papar Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, dalam dialog tentang poros maritim dan potensi ekonomi kemaritiman Indonesia, yang digelar dalam rangkaian Dies Natalis ke-50 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Samratulangi, di Manado, kemarin.

Sarudajang menilai, sudah selayaknya pemerintah Indonesia mengarahkan pengembangan ekonomi nasional pada potensi kemaritiman, sebab laut merupakan jantung pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah terumbu karang, karena Indonesia memiliki 15% dari total terumbu karang dunia.

Gubernur Sinyo Harry Sarundajang tampil sebagai pembicara tunggal itu memaparkan potensi ekonomi kemaritiman itu bila dikembangkan sangat bermanfaat bagi kebutuhan hidup manusia, seperti bahan dasar obat-obatan dari laut. "Termasuk bahan-bahan untuk kosmetik, herbal dan kecantikan. Juga obat-obat anti kanker dan antioksidan."

Selain itu, laut juga menyediakan bahan untuk pengembangan inovasi dan teknologi obat alternatif lain, seperti racun-racun dari hewan-hewan laut yang dapat digunakan sebagai pest control, racun serangga, dan tikus.

Tak kalah pentingnya, kata Sarundajang, pelestarian lingkungan laut dan pantai, juga tumbuhan laut seperti phytoplankton, polip-polip terumbu karang yang dapat menyerap CO2, sehingga dapat mengurangi pemanasan global. Hal ini membantu menyelamatkan bumi dari bencana kerusakan lingkungan global, termasuk naiknya permukaan air laut.
 
Menurut Sarundajang, dengan mengembangkan berbagai potensi ekonomi kemaritiman juga dapat merealisasikan konsep ekonomi biru, guna  mencari alternatif sumber-sumber energi yang terbaharukan dari pasang surut melalui OTEC (ocean thermal energy convention), energi gelombang dan arus. Pola angin laut bermanfaat bagi navigasi, pelayaran kapal-kapal nelayan dan penerbangan.

"Pemerintah Indonesia, lewat Bappenas, sejak puluhan tahun silam telah mengarahkan pembangunan ke daratan, itu ada benarnya. Tetapi, jangan mengabaikan pengembangan potensi kemaritiman, sebab 2/3 wilayah Indonesia adalah laut," jelasnya.

Sarundajang juga menyentil tentang konsep poros maritim yang saat ini hangat dibicarakan berbagai kalangan. Membangun poros maritim sangat tepat, karena posisi Indonesia berada di pusat lalu lintas laut dan ekonomi dunia.

Posisi Indonesia dapat menghubungkan Samudera pasifik dan Samudera Hindia, yang membuat negeri ini sebagai jembatan penghubung dua benua.

Posisi ini memberikan kedudukan Indonesia sebagai penentu dalam lalu lintas perdagangan dunia antarbangsa di era pasifik.

Sarundajang berharap para ilmuwan perikanan dan ilmu kelautan dapat ikut berperan melakukan penelitian tentang pengembangan potensi ekonomi kemaritiman yang sekarang ini menjadi fokus pemerintah Indonesia dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Masih banyak potensi kemaritiman Indonesia di dasar laut dalam belum diteliti. Saya yakin banyak terdapat potensi yang luar biasa yang bermanfaat bagi manusia," tandas Sarundajang. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya