Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUKSI beras di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, relatif masih stabil meskipun sejak beberapa bulan terakhir dilanda kekeringan. Kondisi tersebut tak berimbas terhadap ketahanan pangan di wilayah yang digadang-gadang terluas kedua se-Jawa dan Bali itu.
"Secara normatif, hasil pantauan dan pengecekan, kondisi ketahanan pangan, khususnya komoditas beras di Kabupaten Sukabumi belum terganggu dengan kekeringan saat ini," tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi Ajat Sudrajat, kepada Media Indonesia, Minggu (26/8).
Ajat tak asal bercuap. Ia mengantongi data produksi padi yang dihasilkan Kabupaten Sukabumi sejak beberapa bulan terakhir.
"Kita ambil waktu memasukinya kemarau itu sejak Juli. Pada bulan ini luas lahan panen di Kabupaten Sukabumi mencapai 19.704 hektare. Dari luasan ini menghasilkan produksi beras mencapai 76.066 ton. Di sisi lain tingkat kebutuhan beras masyarakat rata-rata 21 ribu ton per bulan. Jadi kita surplus sebanyak 55.066 ton," beber Ajat.
Pun pada Agustus, kata Ajat, luas lahan panen mencapai 12.011 hektare. Dari luasan lahan panen itu menghasilkan sebanyak 46.842 ton. Sehingga pada Agustus terjadi juga surplus sebanyak 25.842 ton. "Sedangkan pada September, luasan lahan panen 8.926 hektare atau setara 34.811 ton," ucap dia.
Melihat data dan fakta produksi panen per bulan itu, kata Ajat, maka masyarakat tak perlu khawatir dengan pasokan dan stok beras meskipunsekarang dilanda kekeringan. Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi kemarau akan terjadi hingga September. "Insya Allah, kalau kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi, malahan bisa lebih," kata Ajat.
Relatif cukupnya persediaan beras berbanding lurus dengan harga di pasaran. Rata-rata harga beras premium di kisaran Rp10 ribu hingga Rp11 ribu per kg. Kalau medium rata-rata di kisaran Rp8.500 hingga Rp9 ribu per kg, "Harga beras di pasaran masih stabil," tandasnya.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Sukabumi, rata-rata harga komoditas beras di sejumlah pasar di Kabupaten Sukabumi cenderung stabil. Beras jenis premium, misalnya, di Pasar Cisaat di kisaran Rp11 ribu per kg, di Pasar Cibadak Rp10 ribu per kg, di Pasar Parungkuda turun semula Rp9.800 menjadi Rp9.600 per kg, di Pasar Cicurug di kisaran Rp10.500 per
kg, di Pasar Palabuhanratu Rp10 ribu per kg, di Pasar Sukaraja di kisaran Rp11 ribu per kg, di Pasar Surade Rp9.500 per kg, dan di Pasar Sagaranten Rp10 ribu per kg.
Pun jenis beras medium, harganya rata-rata stabil. Di Pasar Cisaat Rp9.500 per kg, di Pasar Cibadak Rp9 ribu per kg, di Pasar Parungkuda naik dari sebelumnya Rp8.200 jadi Rp8.600 per kg, di Pasar Cicurug Rp9.500 per kg, serta di Pasar Palabuhan Ratu, Pasar Sukaraja, Pasar Surade, dan Pasar Sagaranten masing-masing Rp9 ribu per kg.
"Sejauh ini harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat terpantau masih stabil. Belum terjadi lonjakan," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Sukabumi, Ela Nurlaela, kemarin.
Relatif stabilnya harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat saat ini, lanjut Ela, mengindikasikan pasokan dan persediaan berjalan normal. Namun pengawasan perkembangan harga rutin dipantau secara periodik.
"Pemantauan pergerakan harga komoditas kebutuhan masyarakat kami rutin laksanakan. Jadi ketika terjadi perkembangan harga, bisa segera diketahui," tandasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved