Dua Pria Berpistol Berobat di RSUD Soeselo, Diduga Pelaku Penembakan Polisi

Supardji Rasban
25/8/2018 18:40
Dua Pria Berpistol Berobat di RSUD Soeselo, Diduga Pelaku Penembakan Polisi
(Ilustrasi--thinkstock)

SEJUMLAH petugas medis di RSUD dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dikagetkan dengan adanya dua pasien yang membawa pistol, Sabtu (25/8) pagi. Kedua orang itu datang dengan tubuh terluka. Keduanya datang ke rumah sakit dengan mengendarai sepeda motor berboncengan.

"Dua orang itu minta pertolongan kami dan langsung kami bawa ke ruang IGD," ujar Kasubag Umum dan Humas RSUD dr Soeselo Slawi, Darmawan, saat dimintai konfirmasi Sabtu siang.

Darmawan menuturkan, dua pasien itu bernama Ica Ardeboran, 26, warga Ulugdu, Solok, Padang, Sumatra Barat, dan Rajendra Sulistiyanto, 24, warga Harjomukti, Cirebon, Jawa Barat.

Darmawan membenarkan jika dua orang pasien itu mengalami luka tembak di bagian perut dan bahu bawah. Petugas medis langsung menanganinya secara cepat. Namun, saat petugas memberikan pertolongan, tiba-tiba mereka menunjukkan pistol.

"Pistolnya sejenis revolver gitu," ucap Darmawan kepada sejumlah awak media.

Dia menerangkan senjata yang dibawa kedua korban itu bentuknya agak sedikit panjang. Setelah menunjukkan senjata, mereka mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polsek di salah satu tempat.

"Keduanya mengaku sebagai anggota Polsek Senen," ucap Darmawan.

Melihat dua pasien itu membawa pistol, pihak rumah sakit tidak tinggal diam. Darmawan mengaku langsung melaporkan ke Polres Tegal.

"Ini membahayakan petugas rumah sakit, akhirnya kami lapor ke Reskrim (Polres Tegal)," terangnya.

Darmawan menyampaikan, jika mendasari laporan hasil medis, dua pasien itu harus dirujuk ke RS Margono, Purwokerto. Namun, saat hendak dibawa ke rumah sakit tersebut, mereka menolak.

"Saat sudah siap, dua pasien itu berubah pikiran dan langsung pergi," kata Darmawan.

Dia megatakan kepergian pasien dilakukan secara paksa. Mereka dijemput oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor roda dua. Sebelum pulang, mereka juga sudah membayar biaya rumah sakit di loket pembayaran.

"Jadi, ada dua motor yang dibawa kedua pasien sebelum dirujuk. Mereka berdua statusnya pulang paksa," jelasnya.

Sementara, petugas Reskrim Polres Tegal langsung mendatangi RSUD dr Soesilo Slawi setelah sebelumnya mendapat informasi adanya dua pasien yang membawa pistol dan mengalami luka tembak. Namun, saat petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kedua pasien sudah pergi.

Pihak kepolisian pun enggan berkomentar ihwal dua pasien tersebut. Bahkan, saat ditanya apakah dua pasien itu merupakan pelaku penembakan dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) di Jalan Tol Kajen-Pejagan, pihaknya enggan menjawab. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya