Harga Bawang Merah di Pangkalpinang Terus Melambung
Rendy Ferdiansyah/Faishol Taselan
04/6/2015 00:00
(ANTARA/WAHYU PUTRO A)
SEMAKIN mendekati bulan suci Ramadan 1436 Hijriah, harga kebutuhan pokok di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, terus mengalami kenaikan.
Naiknya harga kebutuhan pokok tersebut dibenarkan Roy,43, salah satu pedagang barang-barang kebutuhan pokok di Pasar Pembangunan Pangkalpinang.
"Sampai hari ini ada beberapa barang-barang kebutuhan pokok yang naik. Namun ada juga yang stabil," kata Roy, Kamis (4/6).
Dia menjelaskan harga kebutuhan pokok yang naik yakni bawang merah Jawa Rp44 ribu per kg, cabai besar Rp35 ribu dari Rp24 ribu per kg.
"Untuk cabai besar naik Rp11 ribu per kg sedangkan bawang merah Jawa naik dari Rp34 ribu menjadi Rp44 ribu per kg," ujar Roy. Sedangkan harga cabai rawit mencapai Rp38 ribu.
Selain harga bawang yang naik, harga kacang tanah, minyak goreng, dan gula ikut naik. "Kacang tanah dari Rp22 ribu per kg naik menjadi Rp28 ribu per kg, minyak goreng fortune Rp11 ribu menjadi Rp11.500 per liter. Gula pasir Rp12 ribu menjadi Rp13.500 per kg, cabai rawit hijau Rp40 ribu naik Rp5 ribu per kg, " ungkapnya.
Di tempat terpisah, Jumadi pedagang barang-barang kebutuhan pokok lainya mengaku naiknya harga bawang karena stok terbatas akibat petani Jawa banyak yang gagal panen.
"Stok kita sekarang kurang. Kan petani bawang di Jawa banyak yang gagal panen, tapi untuk bawang grogol dan birma harganya masih murah, di bawah harga bawang jawa," imbuh Jumadi.
Sementara Gubernur Provinsi Bangka Belitung Rustam Efendi mengatakan akan meminta Disperindak turun lapangan melakukan pengecekan terhadap harga-harga kebutuhan pokok menjelang puasa.
"Saya akan perintahkan Dinasperindag untuk segera bentuk tim turun lapangan memantau harga jelang puasa," tuturnya.
Ia menambahkan akan menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk mempermudah izin kapal-kapal yang mengangkut sembako sehingga masuknya sembako ke Babel lancar.
"Kita akan permudahkan izin kapal-kapal sembako masuk ke Babel sehingga sembako lancar dan harga bisa stabil," imbuh Rustam.
Di Surabaya Sementara itu di Surabaya, Jawa Timur, kenaikkan harga bahan pokok jelang Ramadan juga masih terus terjadi.
Kenaikkan terjadi pada harga bawang merah yang mencapai harga Rp32.000 per kg.
Di sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya, meski belum Ramadan, harga bawang merah meroket menjadi Rp32.000 per kg dari sebelumnya Rp15.000 per kg.
"Kenaikkan bawang merah baru saja terjadi, setelah kita menerima infomasi dari pedagang di Malang, karena sudah dikirim terpaksa tetap diterima, hanya saja uangnya bisa belakangan,†kata Suparji pedagang di Pasar Wonokromo Surabaya, Kamis (4/6).
Kenaikkan ini diduga karena permainan tengkulak. Sebab, mereka tahu pada masa masa sekarang banyak yang butuh bawang merah untuk kebutuhan Ramadan sampai lebaran.
Demikian juga dengan Hartanto Setiawan pemilik mracangan di pasar Genteng, Surabaya, juga membenarkan kenaikan harga Bawang Merah sepertinya tidak lazim.
"Kalau harga naik itu biasanya seribu dua ribu gitu. Ini kok jadi Rp30.000 malahan. Soalnya kalau mau ramadhan harga memang naik semua. Jangan-jangan harganya dinaikkan duluan," ujarnya.
Bagi mereka yang sebelumnya sudah menyimpan Bawang Merah kenaikan harga ini pasti menguntungkan. Tapi apakah mungkin pedagang mracangan punya stok lebih? "Tidak mungkin kita punya stok lebih. Tengkulak atau distributor pastinya," kata Hartanto. (Q-1)