Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN kerabat Trah Dalem Dinasti Mataram Surakarta mendesak pihak Raja Paku-buwono XIII untuk segera membuka keberadaan Keraton Surakarta demi kepentingan pendidikan dan pariwisata.
Mereka menggelar unjuk rasa di depan Kori Keman-dungan Keraton Surakarta, kemarin, sambil menggelar tiga spanduk besar bertuliskan ‘Mohon Keraton Segera Dibuka untuk Pariwisata dan Pendidikan’. Spanduk lainnya bertuliskan ‘Keraton bukan Milik Pribadi’, juga ‘Keraton Milik Dinasti Mataram, Harus Dijaga dan Dilestarikan’.
Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, GKR Wandansari atau akrab dipanggil Koes Murtiyah, menyeru kepada Raja Paku Buwono XIII untuk segera mengfungsikan kembali keraton demi kepentingan pendidikan dan pariwisata.
“Keraton Surakarta adalah aset bangsa, bukan milik pribadi. Oleh karena itu, harus segera difungsikan kembali untuk kepentingan pariwisata dan pendidikan,” tegas Koes Murtiyah yang disambut dengan kor teriakan ‘buka, buka, buka’.
Demo itu berlangsung tertib dan singkat. Mereka tidak ingin memaksakan kehendak untuk membuka secara paksa karena tidak ingin memperkeruh suasana.
Namun, ratusan orang dari trah dinasti Mataram Surakarta itu sangat menghendaki keraton yang sudah cukup lama tertutup dari masyarakat umum sejak adanya perseturuan internal segera membuka diri dan mendukung program Pemkot Surakarta, khususnya dalam pengembangan pariwisata dan pendidikan.
Konflik antarketurunan PB XII sudah berlangsung cukup lama, dan hingga kini belum ada tanda-tanda perdamaian.
Sebelum muncul unjuk rasa, Lembaga Dewan Adat dalam rangka Hari Raya Idul Adha telah menggelar grebeg besar yang diberangkatkan dari Sitihinggil Keraton Surakarta. Gunungan grebeg yang berisi hasil bumi dan makanan itu, seusai diberi doa di Masjid Agung Surakarta, diperebutkan masyarakat yang ingin mendapatkan berkah.
“Kami melakukan hajat dalem grebeg besar Idul Adha untuk meluruskan sejarah. Sejak dulu, grebeg selalu dimulai dari Sitihinggil,” ujar KP Eddy Wirabhumi. (WJ/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved