Wakapolda Minta Warga Solo tidak Terprovokasi atas Kasus Penabrakan

Widjajadi
24/8/2018 18:20
Wakapolda Minta Warga Solo tidak Terprovokasi atas Kasus Penabrakan
(thinstock)

WAKIL Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Brigjen Pol Ahmad Luthfi meminta masyarakat tidak terpancing isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) pascatewasnya Eko Prasetyo, 28, pemotor yang sengaja ditabrak oleh pengemudi mobil Mercy Iwan Adranacus, 40, di dekat Markas Polresta Surakarta, Jl KS Tubun, pada Rabu (22/8).

"Masyarakat saya imbau tetap tenang dan jangan terpancing provokasi isu macam-macam. Percayakan pada polisi, kasus penabrakan itu pasti diproses hukum tuntas," ujar Ahmad kepada wartawan di Mapolresta Surakarta usai menggelar rapat dengan Bareskrim dan Kapolresta soal penyidikan kasus penabrakan secara sengaja itu, Jumat (24/8) sore.

Wakapolda Jateng sengaja datang ke Solo untuk menjamin bahwa situasi keamanan dan ketertiban tetap terkendali. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga diri dan waspada terhadap isu-isu sara yang terjadi pascapenabrakan bermodus laka lantas itu.

Secara terpisah, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo seusai olah tempat kejadian perkaran semakin yakin tewasnya Eko Prasetio karena ditabrak mobil Mercedes-Benz bernopol AD 888 QQ, yang dikemudikan oleh Direktur Utama PT Indaco Warna Dunia, Iwan Adranacus.

Dalam olah TKP, Polresta didukung Tim Traffic Accident Analyst (TAA) atau analisis kecelakaan lalu lintas Ditlantas Polda Jateng, tim Inafis Ditreskrimum Polda Jateng, dan tim Labfor Cabang Semarang Bareskrim Polri. Tim gabungan menemukan bukti baru, terkait kasus penabrakan itu, termasuk pengambil bercak darah di TKP.

"Kita serius tangani. Masyarakat jangan terpancing isu-isu, percayakan kepada kami untuk menangani sampai tuntas kasus pidana ini," imbuh dia.

Kasus itu bermula dari kejadian sepele di jalan raya. Pemotor Honda Beat Eko Prasetio merasa terhalang oleh mobil Mercy yang dikemudikan oleh Iwan yang ditemani tiga kawannya, hingga muncul cekcok di dekat perempatan Jl MT Haryono Manahan.

Dalam cekcok singkat itu, Eko menendang bodi mobil. Rupanya, Eko belum puas. Ketika melihat mobil Iwan di parkir di depan rumah Jl Menteri Soepeno, Manahan, ia mendekat lagi dan cekcok serta sekali lagi menendang bodi mobil. Iwan tersulut melakukan pengejaran, dan berakhir dengan penabrakan yang berbuntut tewasnya Eko yang terpental di sisi motornya yang ambruk di tengah jalan KS Tubun, Manahan, Rabu siang. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya