Harga Daging di Bojonegoro Melambung, Pedagang Resah
Bambang Yulianto
03/6/2015 00:00
(ANTARA/M AGUNG RAJASA)
MENJELANG datangnya bulan Ramadan, harga daging di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merangkak naik. Naiknya harga daging ini membuat konsumen menjadi lesu. Akibatnya, pedagang daging mengeluh karena dagangannya tidak laku, sehingga omzet mengalami penurunan yang cukup drastis.
Hal ini seperti yang terlihat di Pasar Induk Tradisional Kota Bojonegoro. Sejumlah pedagang daging ayam di pasar kota ini tampak sepi pembeli. Menurut para pedagang, sepinya pembeli tersebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Hal ini karena harga daging sejak sepekan terakhir naik.
Harga daging ayam kampung, misalnya, dari harga sebelumnya hanya Rp35 ribu kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram. Sedangkan daging ayam potong dari harga sebelumnya Rp25 ribu naik menjadi Rp28 ribu per kilogram. Sementara untuk daging ayam petelur, harga sebelumnya Rp30 ribu naik menjadi Rp36 ribuper kilogram.
Sementara harga daging sapi cenderung naik tipis, yakni antara Rp2 ribu sampai Rp3 ribu. Sejak sepekan terkahir, harga daging sapi berada pada kisaran antara Rp95 ribu hingga Rp98 ribu per kg.
Kenaikan harga daging ini diduga karena minimnya pasokan daging dari peternak di pasar. Selain itu, menjelang datangnya bulan suci Ramadan juga menjadi salah satu faktor pemicu naiknya harga daging maupun sejumlah kebutuhan dapur lainnya.
Mutholimah, salah satu pedagang ayam di kompleks Pasar Induk Tradisional Kota Bojonegoro mengaku resah dengan kondisi naiknya harga-harga tersebut. Pasalnya, hal ini mengakibatkan penjualan menjadi sepi karena minat konsumen untuk membeli daging menurun.
Dengan naiknya harga daging tersebut, para pedagang mengaku mengalami penurunan omzet hingga 20-25 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Diperkirakan harga daging ini akan terus mengalami kenaiakn selama beberapa hari ke depan. (Q-1)