Perbaikan Jalan di Jateng tidak Rampung Jelang Mudik

Akhmad Safuan
03/6/2015 00:00
Perbaikan Jalan di Jateng tidak Rampung Jelang Mudik
(ANTARA/Oky Lukmansyah)
PERBAIKAN di berbagai ruas  jalan di berbagai daerah di Jawa Tengah Tengah terus dikebut menjelang arus mudik lebaran. Namun diperkirakan tidak akan rampung karena kerusakan yang cukup besar dan keterbatasan anggaran.

Pemantauan Media Indonesia di Pantura, Rabu (3/6), perbaikan berbagai ruas jalan tampak dikebut di beberapa daerah di Jawa Tengah, baik berupa peningkatan jalan, pemeliharaan maupun hanya sekedar tambal sulam.

Pengerjaan pengecoran badan jalan dan peningkatan yang dilakukan terutama untuk ruas jalan utama pantura dan jalan penghubung antardaerah. Pekerjaan ini mengakibatkan kemacetan lalulintas di berbagai ruas seperti pengecoran tiga titik di Welehan pada ruas jalan Demak-Jepara, perbaikan jalur utama dan jembatan di pantura Brebes, Tegal, Pekalongan, dan Demak.

Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan anggaran untuk perbaikan jalan di Pantai Utara (Pantura) Jawa bertambah tahun ini menjadi Rp1,41 triliun dari sebelumnya Rp1,3 triliun.

Dari total anggaran tahun 2015 ini, kebutuhannya yakni untuk jalan di Jawa Tengah Rp914,8 miliar, Jawa Timur Rp203,8 miliar dan Jawa Barat Rp291,9 miliar.

Meskipun dikebut, perbaikan diperkirakan tidak akan rampung hingga arus mudik berlangsung karena mepetnya waktu dan keterbatasan anggaran yang ada, meskipun khusus untuk jalur-jalur utama seperti pantura dinyatakan sudah nyaman untuk dilintasi pemudik.

Ruas Jalan di Kabupaten Jepara hingga saat ini sekitar 60 persen dari 850 kilometer mengalami kerusakan dan pemerintah menyiapkan anggaran Rp140 miliar dari kebutuhan Rp300 miliar-Rp400 miliar, sehingga Bupati Jepara Ahmad Marzuqi meminta kepada jajarannya untuk melakukan percepatan perbaikan.

"Dalam rapat Pak Bupati meminta agar perbaikan dikebut karena kerusakan jalan di sini sudah cukup parah hingga mencapai 60 persen," kata Kepala Bagian Humas Jepara Hadi Priyanto.

Namun demikian, ujar Hadi Priyanto, perbaikan baru dapat dilakukan awal Juni inhi dan dilanjutkan setelah lebaran mendatang karena hingga saat ini baru dalam proses lelang pekerjaan. "Kita memang mengalami keterlambatan perbaikan," tambahnya.

Pengerjaan di Kota Semarang juga mengalami kondisi yang sama, seperti perbaikan Jalan Wolter Monginsidi dari mulai Genuk hingga Bangetayu yang diperkirakan akan rampung pada Mei ini baru setengah yang selesai dilakukan pengecoran, dari ruas sepanjang 1.132 meter dengan menelan anggaran Rp10,2 miliar.

"Tahap pertama perbaikan berupa pengecoran jalan telah menghabiskan anggaran Rp7 miliar," kata Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminuddin.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan perbaikan infrastruktur yang sedang berlangsung di Jateng memang terus dilakukan dan dikebut, namun perbaikan ini tidak untuk khusus diproyeksikan untuk persiapan arus mudik lebaran.

"Perbaikan jalan tidak mempersiapkan untuk mudik Lebaran, tetapi saya mempersiapkan satu tahun anggaran," kata Ganjar Pranowo.

Karena jelang lebaran, demikian Ganjar Pranowo, percepatan perbaikan tetap dilakukan untuk mengejarperbaikan karena kerusakan yang ada mencapai 60 persen. "Saya jamin hingga arus mudik lebaran berlangsung perbaikan tidak akan rampung karena memang di program perbaikan selama satu tahun anggaran," tambahnya.

Perbaikan yang telah dilangsungkan saat ini, menurut Ganjar, telah mencapai 30 persen dari total rencana yang ada, tapi saat lebaran nanti dengan dilakukan percepatan ditergetkan jalan provinsi telah selesai 50 persen. (Q-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya