Kebakaran Lahan Meluas di Jambi

Solmi
22/8/2018 20:45
Kebakaran Lahan Meluas di Jambi
(MI/Denny Susanto )

MENGERINGNYA lahan akibat kemarau, mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan terus meluas di Provinsi Jambi. Luas areal terbakar hingga memasuki pekan keempat Agustus 2018 menurut Kepala Dinas Kehutanan Jambi Erizal sudah mencapai 460 hektare. Sekitar 20% dari areal yang terbakar berada di lahan gambut, yang sulit dijangkau tim pemadam melalui jalur darat.

Hitungan tersebut belum termasuk luas lahan gambut yang terbakar dan masih menyala hingga Rabu (22/8) di pinggiran Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, perbatasan Jambi, Sumatera Selatan di daerah pesisir pantai timur Sumatera.

Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto membenarkan adanya laporan lahan yang terbakar semenjak Selasa (21/8) di wilayah Desa Sungai Sayang yang berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Berbak. Pemadaman melalui jalur darat oleh Tim Satgas Karhutla Kabupaten Tanjung Jabung Timur terkendala medan yang sulit.

Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Marinus Marantika Sitepu mengatakan, penanganan pemadaman yang telah diupayakan Tim Satgas Karhutla setempat sejak Selasa (21/8) kemarin, belum efektif.

"Kendala kita di lapangan itu ketidaksediaan akses, jadi upaya yang paling efektif itu dengan water bombing," sebut Marinus seraya mengatakan penyebab kebakaran masih diselidiki.

Sulitnya penanganan kebakaran lahan gambut juga diakui Kepala BPBD Muarojambi Zakir. Menurutnya, akibat sulitnya medan dan tidak adanya sumber air, sekitar 70 hektare lahan gambut di Desa Sogo, Kecamatan Kumpehilir, Muarojambi, terpanggang sejak sepekan lalu dan sampai hari ini masih dilakukan pendinginan dengan menyuntikkan air ke bawah permukaan gambut.

Pelasaksana Tugas Gubernur Jambi Fachrori Umar saat partoli udara dengan pesawat heli Selasa siang bersama Dansatgas Karhutla Jambi Kol Inf Dany Budiyanto, Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS dan Kepala BPBD Jambi  Bachyuni Deliansyah, menyebutkan sejumlah titik api terlihat di wilayah gambut di Kabupaten Muarojambi dan Kabupaten Tanjungjabung Barat.

"Saya melihat beberapa titik api dan kepulan asap di Muarojambi dan di atas Tanjung Jabung Barat. Saya harap Tim Satgas Karhutla bersama masyarakat dan pihak terkait lebih sigap lagi. Jangan sampai menjadi bencana kabut asap yang bisa berdampak buruk terhadap sukses pelaksanaan Asian Games di Palembang, Sumatera Selatan," kata Fachrori.

Fachrori mengemukakan, penyebab utama karhutla adalah ulah manusia yang dengan sengaja membakar untuk membuka lahan. Termasuk, membuang puntung rokok sembarangan oleh warga yang bergiat di sekitar hutan dan lahan yang lagi mengering.

"Masyarakat saat ini membuka lahan dengan asal membakar dan ditinggalkan begitu saja. Beda dengan orang orang tua kita dahulu dijaga sampai padam. Orang tua kita dahulu juga setiap hendak membakar melapor kepada kepala desa. Kalau sekarang langsung main bakar saja tanpa melapor!," beber Fachrori. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya