Petani Temanggung mulai Kesulitan Air

Tosiani
29/5/2015 00:00
 Petani Temanggung mulai Kesulitan Air
(MI/Amiruddin Abdullah )
SEIRING berhentinya hujan beberapa waktu terakhir ini, petani di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai kesulitan air. Untuk mengairi sawahnya, ada yang meminta air dari sumber terdekat. Ada pula yang membiarkan lahannya tidak ditanami,sembari menunggu kepastian datangnya hujan.

Sulasno,60, salah seorang petani di Desa Wonokerso, Kecamatan Tembarak, mengaku kebingungan karena hujan mulai berhenti dalam dua pekan terakhir.

Padahal ia masih memiliki tanaman padi yang usianya baru 20 hari pada lahannya seluas satu hektare. Agar tanamannya tetap hidup, ia berupaya mencukupi kebutuhan air dengan cara meminta aliran sumber air dari kampung terdekat.

"Karena sangat membutuhkan air irigasi, saya meminta ijin kepada kelompok tani pengguna sumber air dari kampung lain agar aliran dari mata air bisa dialirkan ke sawah saya selama satu hari," ujarnya.

Upaya meminta air untuk mengairi tanaman padi, menurut Sulasno, dilakukannya setiap 10 hari sekali. Dengan demikian, dia optimis tanaman padi miliknya akan bisa bertahan hidup dan bisa dipanen sekitar Agustus mendatang.

Yudi,35, petani di Desa Menggoro, Kecamatan Tembarak, mengatakan, para petani di desanya sudah mulai menerapkan sistem pengairan secara bergiliran untuk mengairi sawah. Sebagian sawah di desanya masih ada yang menanam padi. Sebagian lainnya meski sudah mulai tanam tembakau, namun di usia tanaman yang masih sangat muda tentu masih membutuhkan air.

Yudi mengaku saat ini pun masih memiliki tanaman padi berumur 25 hari di lahannya seluas 2.000 meter persegi.

Udi Lasmana,40, salah seorang petani di Desa Caruban, Kecamatan Kandangan, mengatakan usai memanen padi, saat ini dia sebatas mengolah dan membersihkan lahan. Lantaran sudah tidak turun hujan, dia pun ragu apakah masih bisa menanami lahannya atau

tidak. Untuk alasan itu, kini ia masih membiarkan lahannya tidak ditanami.

"Apabila dalam waktu sebulan mendatang, sama sekali tidak turun hujan, maka lahan akan saya biarkan kosong saja," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, lahan pertanian di Desa Caruban biasanya akan mengalami kekeringan, kurang air selama empat bulan bahkan lebih. Setelah memanen padi pada awal tahun, aktivitas menanam padi biasanya baru akan dilakukan kembali sekitar November atau Desember. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya