BNPB Minta Masyarakat Jangan Percaya Hoaks Gempa Susulan

Putri Anisa Yuliani
21/8/2018 16:56
BNPB Minta Masyarakat Jangan Percaya Hoaks Gempa Susulan
(ANTARA)

KEPALA Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau agar masyarakat tidak percaya dengan berita palsu atau hoaks tentang prediksi terjadinya gempa susulan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam konferensi pers di Kantor BNPB siang ini, Sutopo menyebut hingga saat ini belum ada satu teknologi pun yang bisa memprediksikan terjadinya gempa bumi.

"Bahkan sekelas Jepang yang sudah sering dilanda gempa bumi pun tidak bisa memprediksikan kapan, dimana, dan seberapa kuat gempa akan terjadi. Jadi sebaiknya jangan percaya kalau ada yang bilang 'waspada, nanti malam akan terjadi gempa bumi'," ujarnya, Selasa (21/8).

Ia pun menegaskan, saat ini pemerintah masih fokus dalam memulihkan kondisi akibat gempa bumi besar yang terjadi sebanyak empat kali yakni pada 29 Juli berkekuatan 6,4 MMI, 5 Agustus berkekuatan 7,0 MMI, dan 19 Agustus berkekuatan 6,5 MMI dan 6,9 MMI.

Menurutnya, logistik seperti tenda, alas tidur dan selimut menjadi bantuan yang paling dibutuhkan. Karena banyak pengungsi sementara yang masih memiliki tempat tinggal tetapi memilih meninggalkan rumah akibat rasa trauma.

Sementara, bantuan berupa makanan diinformasikan masih cukup. Pemerintah pun berupaya keras melakukan distribusi bantuan sebaik mungkin. Kendala yang dihadapi saat ini dalam distribusi adalah sulitnya medan yang harus ditempuh guna menjangkau korban gempa di wilayah terpelosok.

"Karena banyak jalan rusak dan ditutupi longsor atau reruntuhan bangunan. TNI saja setiap hari harus bolak-balik mencapai pengungsi di perbukitan karena jalan rusak. Jadi kami juga berharap warga bersabar. Dinamika dalam kondisi ini masih wajar," ujarnya.

Diakui, masyarakat juga kesulitan air bersih. Sutopo menyebut, saat ini wilayah NTB sedang memasuki puncak musim kemarau yang membuat masyarakat defisit air bersih.

"Tapi pemerintah juga tidak tinggal diam. Sumur-sumur air bersih sudah dibuat, bantuan air dari pemda juga terus berdatangan, dan semoga bisa cukup bagi pengungsi," paparnya. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya