14 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Terakhir di Lombok

Putri Anisa Yuliani
21/8/2018 15:05
14 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Terakhir di Lombok
(AFP)

SEBANYAK 14 orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (19/8) lalu.

Gempa berkekuatan 6,9 MMI itu juga menyebabkan 24 orang luka-luka dan 151 bangunan rumah rusak.

"Ada 14 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi pada Minggu lalu," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Selasa (21/8).

Sutopo menjelaskan jumlah pengungsi saat ini bertambah dan cenderung hanya pada malam hari. Sebabnya, sebagian warga yang mengungsi bukan disebabkan bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan tetapi karena rada trauma.

"Pengungsi bertambah tapi polanya mereka banyak ketika malam hari karena takut tidur di rumahnya masing-masing yang masih utuh karena trauma gempa. Pada siang hari mereka masih bisa beraktivitas seperti berkebun, memasak untuk kebutuhan sehari-hari," kata Sutopo.

Untuk itu, kebutuhan akan bantuan pangan cenderung tidak bertambah signifikan. Bantuan yang dibutuhkan justru adalah terpal, alas tidur dan tenda-tenda darurat bagi pengungsi ini.

Selain itu, untuk mengatasi pengungsi korban gempa bumi sebelumnya yang terjadi pada 29 Juli dan 5 Agustus, pemerintah fokus melakukan penyaluran bantuan perbaikan rumah, kantor, fasilitas umum, dan tempat ibadah. Sedikitnya, Pemda NTB telah memverifikasi sebanyak 9200 bangunan rumah tinggal yang rusak milik warga untuk kemudian disalurkan bantuan perbaikan.

"Pemerintah pusat membantu pemerintah daerah membangun bangunan yang rusak. Ini semua dikerjakan lintas kementerian dan lembaga karena anggaran pemda kan tidak cukup," terangnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya