SUDAH sebulan lebih masyarakat di Kota Ende, Kabupaten Ende, NTT, mengalami kelangkaan minyak tanah. Agen minyak tanah berdalih kelangkaan disebabkan rusaknya truk pengangkut BBM. Hingga saat ini pihak agen minyak tanah hanya menyalurkan satu drum minyak tanah kepada setiap pangkalan minyak tanah. Akibatnya, kini harga minyak tanah di kota Ende melambung hingga lebih dari Rp4000 per liter.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ende Kosmas Nyo kepada Media Indonesia, Jumat (29/5) mengatakan ada empat agen Minyak Tanah di Kabupaten Ende dan 1200 pangkalan minyak tanah yang tersebar di dalam maupun di luar kota Ende, namun dalam sebulan belakangan setiap agen minyak tanah hanya dijatah 1 drum minak tanah.
"Dengan hanya menjatah 1 drum setiap hari, maka pembeli menumpuk di setiap pangkalan sehingga harga jual di pangkalanpun dinaikan lebih dari 4000 rupiah per liter. Padahal pemerintah menetapkan HET minyak tanah 4000 rupiah per liter. Kondisi ini berlangsung sudah sebulan lebih. Pihak agen yang meyalurkan minyak tanah ke pangklan menyebut kerusakan truk pengangkut BBM menjadi alasan pengurangan jatah minyak tanah ke setiap pangkalan,"Â ujar Kosmas Nyo.
Kadis Perindag menyebutkan pihaknya telah mengkonfimasi ketersediaan minyak tanah ke pihak pertamina Ende, namun pertamina menjelaskan stok dan pasokan minyak tanah untuk bulan Februari hingga Mei 2015 tidak pernah bermasalah yakni sebanyak 420 kiloliter.
Dikatakan, kini pihak Disperidag sudah menggandeng polisi untuk menggulung mafia minyak tanah yang diduga sengaja menimbun Minyak tanah hingga menyebabkan kelangkaan sudah sebulan lebih tersebut.
Disperindag Ende berjanji akan mencabut SITU dan SIUP bagi pangkalan maupun agen minyak tanah nakal sekaligus memproses hukum sebab himbauan untuk menjual sesuai HET dan melayani kebutuhan masyarakat sudah disampaikan melalui surat edaran Bupati. (Q-1)