Warga Manggarai Barat Ajak DPRD Tolak Privatisasi Komodo

John Lewar
20/8/2018 19:35
Warga Manggarai Barat Ajak DPRD Tolak Privatisasi Komodo
(MI/JOHN LEWAR )

RATUSAN masyarakat pecinta pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tergabung dalam Aliansi Pertanian dan Nelayan (Apel) Flores Komodo tetap menolak pembangunan di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Massa mengungkapkan aspirasi mereka saat mendatangi Kantor DPRD Manggarai Barat, Senin (21/8).

Warga juga mengajak anggota dewan dan pemerintah daerah untuk bergabung bersama masyarakat untuk  menghentikan pembangunan rest area di kawasan TNK. Selain itu, massa juga mendorong DPRD Manggarai Barat agar tidak merekomendasi perusahaan swasta membangun tempat bisnis di dalam daerah konservasi.

Ketua Apel Flores Komodo Yohanes Ronaldus mengatakan Apel Flores Komodo meminta DPRD, bupati, dan Kepala Balai TNK untuk mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar segera merekonstruksi lagi luas lahan zonasi pemanfaatan wilayah daratan di dalam zona inti TNK.

Anggota Apel Flores Komodo Doni Parera mengatakan, keaslian area konservasi kawasan TNK harus dipertahankan. "Selamatkan Komodo dari tangan-tangan kotor. Komodo itu titipan nenek moyang,sehingga kita wajib menjaga Komodo. Biarkan anak cucu kita nanti tetap menikmati objek wisata yang ada di dalam kawasan TNK," ujar Parera. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya