Bangkai Kapal VOC Berisi Harta Karun Ditemukan di Karawang

Cikwan Suwandi
20/8/2018 19:19
Bangkai Kapal VOC Berisi Harta Karun Ditemukan di Karawang
( Ilustrasi---Foto Istimewa)

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan penemuan harta karun peninggalan Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) di wilayah perairan utara Karawang, Jawa Barat.

Direktur Jasa Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Muhammad Abduh Nurhidayat  dalam ekspose terkait Pengembangan Wisata Bahari Terpadu di Karawang, kepada pemerintah setempat, Senin (20/8), membenarkan temuan harta karun dari kapal VOC di wilayah perairan Pantai Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan.

Diduga kapal-kapal tenggelam itu merupakan peninggalan penjajahan di Nusantara pada 1799. Kapal-kapal itu membawa sejumlah koin yang diduga digunakan untuk membayar buruh tanam paksa di wilayah Karawang, Subang, dan wilayah priangan (Bandung, Sumedang, Tasikmalaya).

Diakuinya, peninggalan VOC di wilayah laut Indonesia masih sangat langka dan sulit untuk ditemukan.

Dia memaparkan, selain koin berciri Eropa, pada wilayah Karang Bui ditemukan lima buah meriam, satu jangkar abad 18. Kemudian juga di wilayah karang kapal ditemukan sisa bagian kapal dan keramik bercirikan Eropa. "Penyisiran sudah kita lakukan sejak 2017," katanya.

Untuk menuju lokasi tersebut, hanya perlu menggunakan perahu nelayan sejauh 30 menit ke tengah laut dari Pantai Tangkolak. Wilayah perairan itu begitu bersih dan hanya sedalam 10 meter.

Selain itu, wilayah tersebut memiliki terumbu karang seluas 400 meterx300 meter persegi yang dinilainya sangat cocok untuk menarik wisata khusus menyelam.

Kepala Desa Sukakerta Bukhori menambahkan, sejak 1995 penjarahan harta berharga peninggalan kapal VOC dilakukan oleh masyarakat. Apalagi, tidak jarang sejumlah kolektor langsung datang ke lokasi tersebut.

"Tetapi seiring waktu, karena pelarangan dan ketegasan pemerintah. Upaya pencurian itu tidak pernah terjadi lagi," katanya.

Sehingga pihaknya berharap adanya penyelamatan yang lebih melalui pengembangan dan peningkatan pariwisata dari pemerintah setempat.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana berjanji akan melakukan penyelamatan terhadap harta peninggalan sejarah itu. Selain itu, pendukungan rencana peningkatan wisata bahari di wilayah tersebut.

"Kita akan mendukung dari pemerintah daerah. Karena ini bagian dari sejarah yang harus diselamatkan untuk anak cucu kita," pungkasnya. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya